Huawei, Oppo, dan Vivo Kurangi Produksi Ponsel

Kompas.com - 20/12/2017, 10:51 WIB
Mate 10 dan Mate 10 Pro, Ponsel  Huawei dengan Prosesor Terbaru Vlad SavovMate 10 dan Mate 10 Pro, Ponsel Huawei dengan Prosesor Terbaru
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Huawei, Oppo, dan Vivo, dikabarkan meminta  pengurangan produksi ke rantai pemasok komponen smartphone mereka. Permintaan pengurangan pasokan itu dilaporkan mencapai 10 persen dari target semula yang dipatok pada kuartal IV-2017.

Alasannya, tiga pabrikan smartphone berbasis China di atas mendeteksi lemahnya permintaan ponsel di pasar China pada akhir 2017.

Informasi ini diumbar sumber dalam yang familiar dengan proses suplai smartphone asal China kepada situs DigiTimes. Dikutip KompasTekno, Rabu (20/12/2017), menurut prediksinya, permintaan smartphone bahkan masih akan lesu hingga kuartal pertama 2018.

Kendati begitu, produksi ponsel Xiaomi yang juga sama-sama berasal dari China tetap stabil. Pabrikan tersebut tetap mengapalkan smartphone dengan jumlah yang sesuai rencana.

Tahun 2018 sepertinya bakal jadi momentum penting bagi Xiaomi. Perusahaan yang dinakhodai Lei Jun tersebut berhasil menunjukkan ketangguhannya sepanjang 2017, setelah sempat terseok-seok pada 2016.

Baca juga: Bisnis Ponsel Samsung Diprediksi Menciut pada 2018

Pada kuartal III-2017, Xiaomi berhasil menjadi vendor smartphone terbesar di India. Sebelumnya Xiaomi hanya berada di posisi runner-up pada kuartal kedua 2017.

Huawei sendiri di India masih lemah dan masih bersaing sengit dengan Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Menurut kabar beredar, Huawei bakal agresif untuk memenangkan pasar India pada 2018 mendatang.

Selain China, pasar India memang menjadi rebutan para vendor ponsel. Tak heran jika pabrikan smartphone berloma-lomba menggelontorkan dana pemasaran yang besar untuk mengukuhkan posisi di Negara Kain Sari.

Huawei tak bakal cuma gencar di India, namun juga hendak mengekspansi bisnisnya ke Amerika Serikat dalam waktu dekat, sebagaimana dihimpun.

Sementara itu, posisi Oppo di China melemah. Oppo memutuskan fokus ke penjualan online, bermitra dengan layanan e-commerce semacam Amazon dan Flipkart. Sementara di India, bisnis Oppo terus menanjak dan mengalahkan performa vendor lokal semacam Micromax.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Digitimes
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X