Kenapa iPhone X dan iPhone 8 Bisa Cepat Masuk Indonesia?

Kompas.com - 22/12/2017, 12:47 WIB
Dirut Smartfren, Merza Fachys (tengah) berfoto bersama Sofyan (dua dari kanan), pembeli pertama iPhone X di Galeri Smartfren pada penjualan perdana hari ini, Jumat (22/12/2017). Rafael (paling kiri) dan Daniel (dua dari kiri) juga menjadi salah satu pembeli pertama. Oik Yusuf/KOMPAS.comDirut Smartfren, Merza Fachys (tengah) berfoto bersama Sofyan (dua dari kanan), pembeli pertama iPhone X di Galeri Smartfren pada penjualan perdana hari ini, Jumat (22/12/2017). Rafael (paling kiri) dan Daniel (dua dari kiri) juga menjadi salah satu pembeli pertama.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler Smartfren memulai penjualan iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus di Jakarta hari ini, Jumat (22/12/2017).

Kemunculan ketiga iPhone anyar tersebut di Indonesia terbilang cepat karena hanya berselang kurang dari dua bulan semenjak debut internasionalnya pada awal November lalu.

IPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang sebelumnya juga dipasarkan oleh Smartfren, misalnya, baru hadir pada bulan Maret 2017. Lantas, mengapa kehadiran iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus sekarang bisa begitu cepat?

Direktur Utama Smartfren Merza Fachys mengatakan bahwa ketiga iPhone terbaru bisa lekas datang ke Indonesia lantaran proses perizinan untuk memasarkan perangkat-perangkat tersebut bisa diselesaikan dengan lebih cepat pula

“Jadi, proses untuk memasarkan iPhone cukup panjang tahapannya. Kemarin itu (pemasaran iPhone 7 dan iPhone 7 Plus) pengalaman kedua. Ini (iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus) adalah pengalaman kedua, jadi kami sudah lebih tahu prosesnya,” jelas Merza ketika ditemui usai cara penjualan perdana ketiga iPhone di Gerai Smartfren di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Baca juga: Ini Dia Pemilik Pertama iPhone X Resmi di Indonesia

Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi Apple sebelum bisa menjual ponselnya di Indonesia. Perangkat yang bersangkutan, antara lain, mesti memenuhi uji Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen dan lolos tes balai uji Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Telematika (Ditjen SDPPI).

Dari pengamatan KompasTekno, iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus telah mendapatkan sertifikasi lolos uji TKDN dan Ditjen SDPPI sejak akhir Oktober lalu. Karena itulah, ketiga perangkat diprediksi bakal segera hadir di Indoneisia, yang kemudian benar-benar terwujud menjelang akhir 2017.

Bukan Sinar Mas

Apple memenuhi persyaratan bobot TKDN sebesar 30 persen dengan menempuh jalur komitmen investasi. Pabrikan berlambang buah apel tergigit ini membangun pusat riset bernama Apple Innovation Center. Lokasinya di kawasan Green Office Park dan Digital Hub yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di BSD City, Tangerang.

Smartfren diketahui merupakan salah satu unit dari kelompok usaha Sinar Mas. Selain itu, Smartfren juga merupakan satu-satunya operator seluler yang digandeng oleh Apple sebagai mitra peluncuran iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus di Indonesia.

Meski demikian, Merza menampik dugaan bahwa kemitraan Apple dan Smartfren dalam hal peluncuran iPhone ada kaitannya dengan kerjasama pembangunan pusat riset di BSD.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X