Kompas.com - 04/01/2018, 10:34 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

Dua produk pemutar musik yang pernah populer dari Apple, iPod Shuffle dan iPod Nano diberhentikan produksinya di tahun 2017. Tidak hanya itu, beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa Apple menarik kedua jenis produk itu dari pasar.

Alasannya, Apple akan menyederhanakan lini pemutar musiknya di satu produk, yakni iPod Touch.  

Wajar saja jika kedua perangkat ini ditarik dari pasar. Sebab, iPod shuffle dan iPod Nano tidak dilengkapi dengan kemampuan mengakses internet sehingga sulit diperbaharui.

AOL Instant Messenger (AIM)

Setelah 20 tahun populer di kalangan pengguna internet, layanan chatting populer di Amerika ini harus berhenti beroperasi di penghujung tahun 2017, tepatnya pada 15 Desember.

Tampilan antarmuka aplikasi chatting AOL Instant Messaging di Windows.Ist Tampilan antarmuka aplikasi chatting AOL Instant Messaging di Windows.
Menjamurnya aplikasi perpesanan di smartphone menjadi alasan mengapa AIM harus berhenti beroperasi. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir, pengguna AIM mengalami penurunan.

Ia hanya memiliki sekitar 10 juta pengguna. Sedangkan Aplikasi lain yang tergolong baru sepeti WhatsApp dan Facebook Messenger memiliki pengguna hingga satu miliar.

Baca: Layanan Chatting AOL Ditutup setelah 20 Tahun

Google Tango

Pada Desember tahun 2017, Google mengumumkan bahwa proyek augmented reality (AR) untuk smartphone miliknya, Project Tango akan berhenti beroperasi. Sebagai gantinya, Google akan fokus dengan proyek lain yang mengusung tema sama yakni ARCore.

Smartphone Project Tango Google yang mengusung sensor 3DGoogle Smartphone Project Tango Google yang mengusung sensor 3D
Project Tango dikenalkan Google pada 2014, yang menyediakan solusi AR dalam smartphone atau tablet, memanfaatkan kamera perangkat.

Baca: Google Umumkan Kematian Project Tango

Kamera milik smartphone atau tablet berkemampuan Tango bisa menampilkan citra 3D dalam layar, mirip kemampuan yang dimiliki oleh peranti HoloLens yang dikembangkan Microsoft.

Meski sudah diumumkan tahun 2017, Google Tango sendiri akan berhenti beroperasi pada awal Maret 2018.  

Google Chrome Apps

Pada Desember 2017, Google akan mematikan toko aplikasi webstore Chrome. Toko aplikasi itu berisi add-on (opsi tambahan) untuk browser Chrome. Namun keputusan ini tidak dilakukan ke semua versi, melainkan pada Chrome yang ter-instal pada sistem operasi   Windows, Mac, dan Linux saja.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber GadgetsNow
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.