Menkominfo: Tugas Badan Siber Bukan Tangani Hoaks

Kompas.com - 04/01/2018, 11:21 WIB
Menkominfo Rudiantara di acara Digital Economic Briefing 2017?, di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara di acara Digital Economic Briefing 2017?, di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi, mengatakan akan memantau penyebaran hoaks di Indonesia. Namun, hoaks yang membangun akan dibiarkan.

Pernyataan itu ia lontarkan pasca dilantik Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (3/1/2018) kemarin di Istana Negara. Memicu kontroversi, pernyataan tersebut banyak direspons netizen di Twitter dengan mematrikan tanda pagar #HoaxMembangun.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, pun menegaskan kembali soal peran BSSN. Ia mengatakan BSSN sejatinya tak bertugas menangani hoaks, melainkan fokus pada keamanan siber.

Pasalnya, hoaks masuk ke permasalahan konten negatif yang menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo. Fungsi BSSN lebih mengarah ke pencegahan masuknya serangan siber semisal malware.

“Fokusnya adalah masalah keamanan siber, seperti penanganan masalah Wannacry kemarin, atau misalnya ada hacking. Itu yang menangani BSSN,” kata Rudiantara, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Kamis (4/1/2018), dari AntaraNews.

Baca: Kepala Badan Siber Dilantik, Tagar #HoaxMembangun Trending Topik di Twitter

Rudiantara menambahkan, BSSN dapat membuat kebijakan terkait penangkalan, mitigasi, hingga pemulihan atau pembangunan kembali fasilitas negara yang sempat terkena malware.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fungsi dari Direktorat Keamanan Kominfo pun ada yang diintegerasikan dengan BSSN. Dalam hal ini, dilakukan kerja sama dan ada beberapa aktivitas Direktorat Keamanan Kominfo yang menjadi bagian dari BSSN.

BSSN merupakan lembaga yang berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden RI. Sebelumnya, lembaga ini berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Djoko Setiadi sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sejak 2011 lalu. Ia dilantik Presiden Joko Widodo pada 8 Januari 2016 lalu untuk kembali menjabat di periode kedua.

Untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini, Lemsaneg kemudian direvitalisasi menjadi BSSN. Djoko Setiadi tetap dipercaya memimpin BSSN.

Baca juga : Program #InternetBAIK Diharapkan Tangkal Cyber Bullying dan Hoax

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.