Data "KTP Elektronik" 1 Miliar Penduduk India Bocor, Dijual Murah

Kompas.com - 05/01/2018, 12:30 WIB
Sebuah laporan PBB menyebut dalam jangka waktu tujuh tahun, jumlah penduduk India akan melampaui China. Reuters/TelegraphSebuah laporan PBB menyebut dalam jangka waktu tujuh tahun, jumlah penduduk India akan melampaui China.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Sebuah kebocoran sekuriti menimpa database "KTP elektronik" Aadhaar di India. Database itu menyimpan data pribadi lebih dari 1 miliar penduduk India. Data sekian banyak orang itu kabarnya bisa leluasa diakses, hanya dengan membayar murah, cukup dengan 500 rupee atau sekitar Rp 100.000.

Itulah yang dilaporkan harian The Tribune, yang melakukan penyelidikan setelah menerima tawaran mengakses database kependudukan Aadhaar, dari seseorang lewat grup WhatsApp.

Usai membayar uang dengan jumlah seperti tersebut di atas, si penjual data yang identitasnya tidak diketahui itu lantas memberi ID dan password administrator Aadhaar.

Informasi login itu, masih menurut laporan The Tribune, ternyata valid dan bisa digunakan untuk mencari segala informasi kependudukan tentang warga India yang terdaftar di Aadhaar, dengan mengetikkan nomor identifikasi orang yang bersangkutan.

Baca juga : Akhir Oktober, Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Pakai KTP dan KK

Data yang bisa diakses antara lain nama, foto, alamat e-mail, nomor telepon, dan kode pos, di samping bermacam jenis data biometrik, macam sidik jari dan iris mata.

Bukan cuma itu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Engadget, Jumat (5/1/2018), sang kontak di WhatsApp yang mengaku bernama "Anil Kumar" itu turut menawarkan software untuk mencetak kartu "KTP" palsu dari database Aadhaar. Software itu dijual seharga 300 rupee (Rp 60.000).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi login administrator database Aadhaar diduga bocor lewat mantan karyawan yang pernah ditugasi untuk mencetak kartu. Sebelum The Tribune, beberapa pihak lain yang tak berhak, disinyalir sudah pernah memperoleh akses ke Aadhaar.

Dibantah

Seorang pejabat dari Unique Identification Authority of India (UIDAI), badan pemerintah yang membawahi Aadhaar, mengatakan bahwa akses pihak luar terhadap database Aadhaar adalah tindakan ilegal dan mengancam keamanan nasional.

Tapi, UIDAI kemudian membantah laporan The Tribune dan mengatakan bahwa data di dalam Aadhaar, termasuk informasi biometrik, "sepenuhnya aman".

Halaman:


Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.