Data "KTP Elektronik" 1 Miliar Penduduk India Bocor, Dijual Murah

Kompas.com - 05/01/2018, 12:30 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Sebuah kebocoran sekuriti menimpa database "KTP elektronik" Aadhaar di India. Database itu menyimpan data pribadi lebih dari 1 miliar penduduk India. Data sekian banyak orang itu kabarnya bisa leluasa diakses, hanya dengan membayar murah, cukup dengan 500 rupee atau sekitar Rp 100.000.

Itulah yang dilaporkan harian The Tribune, yang melakukan penyelidikan setelah menerima tawaran mengakses database kependudukan Aadhaar, dari seseorang lewat grup WhatsApp.

Usai membayar uang dengan jumlah seperti tersebut di atas, si penjual data yang identitasnya tidak diketahui itu lantas memberi ID dan password administrator Aadhaar.

Informasi login itu, masih menurut laporan The Tribune, ternyata valid dan bisa digunakan untuk mencari segala informasi kependudukan tentang warga India yang terdaftar di Aadhaar, dengan mengetikkan nomor identifikasi orang yang bersangkutan.

Baca juga : Akhir Oktober, Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Pakai KTP dan KK

Data yang bisa diakses antara lain nama, foto, alamat e-mail, nomor telepon, dan kode pos, di samping bermacam jenis data biometrik, macam sidik jari dan iris mata.

Bukan cuma itu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Engadget, Jumat (5/1/2018), sang kontak di WhatsApp yang mengaku bernama "Anil Kumar" itu turut menawarkan software untuk mencetak kartu "KTP" palsu dari database Aadhaar. Software itu dijual seharga 300 rupee (Rp 60.000).

Informasi login administrator database Aadhaar diduga bocor lewat mantan karyawan yang pernah ditugasi untuk mencetak kartu. Sebelum The Tribune, beberapa pihak lain yang tak berhak, disinyalir sudah pernah memperoleh akses ke Aadhaar.

Dibantah

Seorang pejabat dari Unique Identification Authority of India (UIDAI), badan pemerintah yang membawahi Aadhaar, mengatakan bahwa akses pihak luar terhadap database Aadhaar adalah tindakan ilegal dan mengancam keamanan nasional.

Tapi, UIDAI kemudian membantah laporan The Tribune dan mengatakan bahwa data di dalam Aadhaar, termasuk informasi biometrik, "sepenuhnya aman".

Halaman:
Sumber ENGADGET


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.