Kompas.com - 16/01/2018, 08:46 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Menjelang akhir 2017, Apple mengaku telah sengaja memperlambat kinerja sejumlah model iPhone lawas melalui update software, mulai versi 10.2.1 yang dirilis kira-kira setahun lalu.

Kinerja iPhone lawas sengaja diturunkan untuk mencegah masalah mati mendadak terkait kondisi baterai yang sudah menurun karena umur.

Bagaimana dengan iPad? Lini produk tablet besutan Apple ini ternyata tidak mengalami bernasib seperti saudaranya. Hal tersebut diungkapkan oleh Apple dalam sebuah dokumen support yang dirilis pekan lalu.

“Fitur manajemen daya (yang menurunkan kinerja perangkat) secara spesifik hanya ditujukan untuk iPhone, tidak berlaku di produk-produk Apple lainnya,” sebut Apple.

Jadi, boleh dibilang iPad masih “aman” dari penurunan kinerja secara sengaja yang dilakukan oleh Apple. Namun, mengapa pula iPad tak mendapat perlakukan serupa?

Jawabannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSMArena, Selasa (16/1/2018), kemungkinan terkait dengan kapasitas baterai iPad yang berkali-kali lipat lebih besar dari iPhone.

iPad Air 2 yang muncul pada 2014, misalnya, memiliki baterai sebesar 7.340 mAh (27,62 Wh), jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone 6 (1.810 mAh/ 6,9 Wh) atau iPhone 6 Plus (2.915 mAh/ 11.1 Wh) yang dirilis di tahun yang sama.

Berbekal baterai lebih besar, iPad pun bisa menangani beban pemrosesan yang naik turun dengan lebih baik dibandingkan iPhone. Inilah akar masalah di balik problem iPhone mati mendadak yang hendak diatasi oleh Apple dnegan memperlambat kinerja.

Selain itu, iPad biasanya lebih jarang di-charge dan digunakan di kondisi dingin di luar ruangan sehingga penurunan kualitas baterainya bisa dibilang tak secepat iPhone.

Solusi Apple

Apple sempat tidak berterus terang terhadap pemilik iPhone lawas perihal penurunan kinerja yang dilakukan secara segaja lewat update software.

Pabrikan gadget tersebut baru mengaku dan meminta maaf pada Desember 2017, setelah dibombardir aneka gugatan hukum class action dari para pemilik iPhone yang kesal.

Sebagai kompensasi Apple kemudian menyediakan penggantian baterai iPhone lawas di tokonya, dengan potongan harga dari 79 dollar AS menjadi 29 dollar AS.

Penurunan kinerja dketahui hanya terjadi apabila kondisi baterai perangkat sudah menurun melewati batas tertentu karena umur. Apabila baterai diganti baru, maka kinerja akan kembali seperti semula.

Selain itu, Apple juga berencana menambah fitur pemantau kondisi baterai di sistem operasi iOS. Dengan fitur baru tersebut, para pemilik gadget Apple nantinya diharapkan bisa memonitor sendiri kondisi baterai perangkatnya sehingga bisa tahu apabila perlu diganti. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber GSM Arena


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.