Mengapa Apple Tak Keluarkan MacBook Pro Baru Tahun Ini?

Kompas.com - 17/01/2018, 06:49 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Setiap tahun, sejumlah vendor elektronik berlomba-lomba mengeluarkan produk terbarunya. Namun tampaknya hal tersebut tidak berlaku untuk laptop Apple. Sebab tahun 2018 ini Apple tidak berencana untuk memperbarui lini MacBook Pro.

Terakhir, Apple melakukan pembaharuan pada MacBook Pro pada tahun 2016. Namun, jatah penyegaran MacBook Pro yang jatuh pada tahun ini kemungkinan tidak berlaku untuk laptop tersebut.

Tidak disebutkan alasan Apple menunda penyegaran MacBook Pro tahun ini. Namun berdasarkan kabar yang beredar, saat ini Apple tengah berupaya menggeser produksi MacBook Pro-nya ke Foxconn. Sebelumnya, mayoritas produksi MacBook Pro ditangani oleh Quanta Computer.

Pengalihan produksi MacBook Pro dari Quanta ke Foxconn bertujuan untuk menghemat biaya produksi sekaligus mengurangi risiko. Sebab Foxconn memang gencar menawarkan penawaran menarik pada Apple, terutama dari segi biaya, seperti dirangkum KompasTekno dari Macrumors, Rabu (17/1/2018).

Baca juga : Buruh Pabrik Komponen iPhone Digaji Rendah dan Lembur Tanpa Upah

Gelagat Apple untuk mengganti pemasok Apple sebetulnya sudah terlihat sejak tahun lalu. Apple dikabarkan mulai melakukan melakukan outsourcing perakitan sejumlah komponen MacBook Pro ke pabrik Foxconn di Shenzen, China sejak pertengahan tahun 2017.

Pengiriman massal produk MacBook Pro melalui Foxconn disebut bakal dimulai di kuartal kedua tahun 2018. Quanta bahkan dikabarkan tengah mencari klien untuk menggantikan Apple. Meski demikian, Quanta masih mempertahankan perakitan produk Apple Watch di pabriknya.

Menanggapi berita tersebut, baik Foxconn maupun Quanta enggan berkomentar.

Meski begitu, hasil riset DigiTimes menyebutkan bahwa Quanta akan tetap menjadi pemasok terbesar Apple tahun 2018. Untuk produk laptop,  rasio pengiriman MacBook Pro melalui Quanta menyentuh 15 juta unit dengan rasio 8:2 dalam lima tahun terakhir.

Tahun lalu, Quanta juga masih memimpin pasar sebesar 79,5 persen dan Foxcon mengambil 20,5 persen sisanya.

Baca juga : Cerita Sarjana yang Jadi Buruh Pabrik Apple, Pasang Sekrup yang Sama 12 Jam Sehari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber MacRumors


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.