Xiaomi Targetkan Raup Dana Rp 1.333 Triliun dari IPO

Kompas.com - 17/01/2018, 11:48 WIB
Logo Xiaomi KOMPAS.com/Yoga HastyadiLogo Xiaomi
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Vendor smartphone asal China, Xiaomi dikabarkan mengincar dana segar 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.333 triliun) dari initial public offering (IPO) atau pengajuan saham umum perdana.

Target tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah IPO dari industri teknologi setelah Alibaba Group yang meraup 25 mililar dollar AS pada tahun 2014. Tak hanya itu, Xiaomi diprediksi akan menjadi perusahaan terbesar ke-6 di bursa efek Hongkong dengan kapitalisasi pasar di belakang grup asuransi AIA.

Sumber dalam mengatakan, Xiaomi menunjuk perusahaan investasi saham dan perbankan asal AS, Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk memimpin penjualan saham publik tersebut. Namun mereka menolak mengomentari kabar ini.

Di bawah kepemimpinan Lei Jun, Xiaomi memasuki pasar global dengan mengembangkan pemasaran di negara berkembang seperti india dan Rusia. Tahun 2017 lalu, Xiaomi mencoba peruntungan di pasar Eropa dengan negara tujuan pertama, Spanyol.

Xiaomi juga telah berkonsolidasi dengan operator di AS untuk menjual perangkatnya di AS yang notabene adalah kandang Apple. (Baca juga : Begini Cara Xiaomi agar Bisa Jualan Smartphone di Kandang iPhone)

Tidak hanya smartphone, Xiaomi juga menyokong sejumlah startup yang memproduksi wearable hingga rice cooker.

Dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (16/1/2018), Xiaomi mengklaim total penjualannya naik dua kali lipat menjadi 20 miliar yuan (sekitar Rp 41,4 triliun) pada tahun 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut analis Counterpoint Research, James Yan, pengalaman Xiaomi menjalankan komunitas online (Mi Community) sekitar 200 juta orang dan pengembangan software akan menarik investor. Hal tersebut dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan, misalnya dari iklan dalam aplikasi (in-apps) dan pemanfaatan data yang berkembang dari penggunanya.

"Pasaran smartphone China tampak stabil bagi Xiaomi, tapi memperluas penjualan dari ekosistem dapat mendorong valuasi Xiaomi," jelas Yan.

Ia menambahkan jika Xiaomi memanfaatkan kelemahan vendor lain di China yang kurang mampu memproduksi perangkat lunak yang layak. Di kandang sendiri, Xiaomi bersaing dengan Huawei dan Oppo.

Dengan kesuksesan penjualan secara online, Xiaomi mampu mengungguli pesaing lokalnya tersebut yang lebih mengandalkan penjualan secara retail.

Ke depannya, Lei memiliki ambisi untuk membuka 1.000 toko ritel Xiaomi Mi Home secara global pada tahun 2019 yang dua kali lebih banyak dibanding Apple Store. Ia menargetkan pendapatan penjualan mencapai 70 miliar yuan pada tahun 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.