Grab Ambil Alih Operasional Uber di Asia Tenggara?

Kompas.com - 24/01/2018, 20:12 WIB
Grab dan Uber dikabarkan bakal merger di Asia Tenggara. Kr-AsiaGrab dan Uber dikabarkan bakal merger di Asia Tenggara.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Layanan ride-sharing Grab dikabarkan hendak mengakuisisi salah satu kompetitor terbesarnya yakni Uber. Akuisisi ini khusus untuk operasional Uber di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Setidaknya begitu menurut sumber dalam yang familiar dengan rencana tersebut.

Kedua perusahaan dikatakan sedang dalam tahap negosiasi. Mediator keduanya digadang-gadang adalah investor teknologi asal Jepang, SoftBank yang diketahui memiliki "kaki" di Uber maupun Grab.

Tahun lalu, SoftBank menyuntikkan dana miliaran dollar AS ke Uber. Sebelumnya, SoftBank juga merupakan investor kuat di Grab. Masuk akal jika SoftBank mengharapkan konsolidasi antara dua pemain di ranah transportasi modern tersebut.

"SoftBank akan memainkan peran konsolidasi," kata sumber dalam.

Sebelumnya, Uber telah menyerahkan bisnis operasionalnya di China ke kompetitor lokal, yakni Didi Chuxing pada 2016 lalu. Maka dari itu, agaknya tak menutup kemungkinan skenario serupa terulang dengan Grab di regional Asia Tenggara.

Baca juga: Pecah Rekor, Grab Resmi Dapat Tambahan Modal Rp 26 Triliun

Uber sebagai layanan transportasi online yang bisnisnya mencakup ranah global menghadapi persaingan sengit di kancah Asia Tenggara. Selain Grab, Go-Jek yang spesifik menyasar pasar Indonesia pun menjadi pesaing kuat.

Grab sendiri bisa dibilang mendominasi pasar Asia Tenggara. Layanan tersebut meraup 95 persen pangsa pasar untuk penyewaan taksi pihak ketiga dan 71 persen untuk penyewaan kendaraan pribadi, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (24/1/2018), dari Kr-Asia.

Secara total, ada satu miliar kendaraan yang beroperasi di bawah naungan Grab berseliweran seantero Asia Tenggara. Sementara itu, Uber tak pernah mengumbar angka-angka spesifik untuk Asia Tenggara.

Di kancah global, Uber mendeklarasikan telah menangani lima miliar perjalanan pada Juni 2017 lalu. Layanan yang beroperasi di lebih dari 80 negara tersebut tak mendetilkan angka-angka lainnya.

Selentingan rumor ini belum dikonfirmasi oleh Uber maupun Grab, sehingga belum bisa dipercaya 100 persen kebenarannya. Kita tunggu saja seperti apa kelanjutannya.



Sumber kr-asia
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X