Sebanyak 1,46 Miliar Unit Smartphone Terjual Sepanjang 2017

Kompas.com - 26/01/2018, 13:07 WIB
Suasana di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Kawasan Roxy terkenal sebagai pusat penjualan telepon seluler dan berbagai macam aksesorinya. / KOMPAS/PRIYOMBODO KOMPAS/PRIYOMBODOSuasana di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Kawasan Roxy terkenal sebagai pusat penjualan telepon seluler dan berbagai macam aksesorinya. / KOMPAS/PRIYOMBODO
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Tak kurang dari 397 juta unit smartphone terjual dalam tiga bulan sepanjang kuartal IV-2017. Angka itu naik satu persen dari tahun ke tahun, setidaknya begitu menurut laporan teranyar dari firma riset GfK.

Jika dihitung totalnya, ada 1,46 miliar unit smartphone terjual secara global sepanjang 2017. Pendapatan dari penjualan itu ditaksir mencapai 479 miliar dollar AS atau setara Rp 6.386 triliun.

Perlu diketahui, penghitungan GfK mencakup keseluruhan penjualan smartphone, baik melalui distributor resmi maupun non-resmi (black market/BM). Berbeda dengan firma riset IDC yang penghitungannya berdasarkan jumlah ponsel yang siap dijual oleh distributor resmi.

IDC sendiri belum mengeluarkan laporan penjualan smartphone kuartal IV-2017, sehingga belum diketahui total penjualan smartphone sepanjang tahun dari versi firma tersebut.

Pasar Asia lesu

Peningkatan permintaan smartphone didominasi warga Timur Tengah dan Afrika dengan pertumbuhan delapan persen. Sementara itu, Eropa Tengah dan Timur mencatat pertumbuhan tujuh persen.

Pasar Asia justru sedang lesu. Menurut data, permintaan pasar smartphone menurun sembilan persen di negara-negara maju di Asia atau disebut “Developed Asia”, semacam Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Smartphone kamera ganda Motorola Moto G5S Plus (kiri) dan Xiaomi Mi A1.Oik Yusuf/ KOMPAS.com Smartphone kamera ganda Motorola Moto G5S Plus (kiri) dan Xiaomi Mi A1.
Korea Selatan menyumbang penurunan terbesar, yakni 21 persen dari tahun ke tahun. Kendati begitu, GfK memprediksi pasar negara Developed Asia bakal kembali bertumbuh dua persen pada 2018 ini.

Negara-negara berkembang di Asia atau disebut “Emerging Asia” untuk pertama kalinya mengalami penurunan, yakni sebanyak satu persen. Negara-negara dalam kategori ini adalah Indonesia, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Bangladesh.

India berkontribusi paling besar dengan penurunan permintaan smartphone sebesar tiga persen. Salah satu faktornya adalah meningkatnya tren feature phone dengan jaringan 4G yang lebih murah ketimbang smartphone.

Halaman:


Sumber GfK
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.