YouTube Disusupi Iklan Penambang Bitcoin

Kompas.com - 29/01/2018, 15:20 WIB
Ilustrasi aplikasi YouTube IstIlustrasi aplikasi YouTube
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Pekan lalu, sejumlah pengguna YouTube mengeluhkan antivirus di komputernya selalu mendeteksi script penambang cryptocurrency, Coinhive, tiap kali mereka mengunjungi situs layanan video sharing tersebut. Hal ini tetap terjadi walaupun mengganti browser untuk mengakses YouTube.

Belakangan lewat hasil penyelidikan firma sekuriti siber Trend Micro, diketahui bahwa Coinhive memang disisipkan oleh hacker ke jaringan iklan Google, termasuk dalam penayangan iklan di YouTube.

“Para (hacker) penyerang menyasar DoubleClick Google yang mengembangkan dan menyediakan layanan iklan internet, untuk distribusi trafik,” tulis Trend Micro dalam laporannya, sambil menambahkan bahwa script jahat tersebut ditemukan menginfeksi iklan Google di Jepang, Perancis, Taiwan, Italia, dan Spanyol.

DoubleClick adaah salah satu jaringan iklan daring pertama dan terbesar di dunia yang dibeli oleh Google pada 2007, seharga 3,1 miliar dollar AS. Akuisisi tersebut adalah salah satu alasan di balik dominasi Google di ranah online advertising.

Kini, jaringan iklan Google menjangkau 250 juta unique viewer di Amerika Serikat saja. Dengan angka sebesar itu, para kriminal siber pun rupanya tertarik memanfaakan DoubleClick untuk tujuan jahat, yakni menyisipkan script penambang cryptocurrency tadi.

Lewat sebuah penyataan, Google mengakui bahwa jaringan iklannya sempat disusupi penambang cyptocurrency oleh hacker. Namun, disebutkan pula bahwa permasalahan tersebut sudah diatasi.

Baca: Browser Opera Punya Pelindung Malware Penambang Bitcoin

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dalam kasus ini, iklan-iklan tersebut diblokir dalam kurang dari dua jam dan para aktornya dikeluarkan dari platform kami,” sebut Google, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ArsTechnica, Senin (29/1/2018).

“Cryptojacking”

Penyisipan script seperti Coinhive untuk menambang cyrptocurrency secara diam-diam adalah bentuk baru dari kejahatan siber yang dikenal dengan istilah “cryptojacking”.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X