Kompas.com - 29/01/2018, 18:24 WIB
Ripple dari Tinder TinderRipple dari Tinder
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Aplikasi kencan online, Tinder kembali tersangkut masalah keamanan. Berdasarkan penemuan dari salah satu perusahaan keamanaan yang bermarkas di AS, Checkmarx, hacker disebut dapat mengintip aktivitas pengguna di Tinder. Aktivitas itu termasuk swipe ke kanan atau ke kiri pada profil Tinder.

Meski hanya sekedar mengintip, tetap saja perilaku hacker ini mengganggu privasi bagi pengguna Tinder. Sebab, melalui kegiatan ini, hacker dapat mengetahui gerak gerik dan kebiasaan dari empunya akun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika ke depannya peretas bisa mengarahkan pemilik akun ke konten berbahaya, hingga pencurian informasi.

Kegiatan peretas mengancam pengguna Tinder tanpa pandang bulu. Baik Tinder yang di-install lewat sistem iOS maupun Android, semua bisa disusupi. Sebab, peretasan ini memanfaatkan kelemahan pada enkripsi HTTPS dari aplikasi tersebut.

Melalui sebuah video YouTube, Checkmark memaparkan bagaimana cara hacker bekerja mengintip aktifitas pengguna Tinder. Pertama, mereka membuat sebuah program bernama TinderDrift.

Program ini mampu menembus ponsel terhubung manapun yang tidak memiliki perlindungan pada enkripsi https.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika program tersebut terhubung oleh ponsel yang tidak terlindungi, hacker dapat melihat aktivitas pengguna Tinder. Tidak hanya itu, peretas bahkan dapat melihat rekam jejak sebelumnya.

Namun pengguna bisa sedikit bernafas lega. Sebab, dengan menggunakan teknik ini, hacker tidak memiliki otorisasi untuk mengakses pesan yang dikirim antar pengguna Tinder. Satu satunya yang dapat dilakukan adalah mengintip kegiatan.

Menanggapi hal tersebut, Tinder enggan berkomentar banyak. Mereka hanya menggelontorkan pernyataan formal bahwa pihaknya selalu mengedepankan privasi dari pengguna.

"Kami menjaga keamanan dan kerahasiaan pengguna kami dengan serius. Kami menggunakan jaringan dan sistem untuk melindungi integritas platform kami," tulis perwakilan Tinder pada pernyataan yang dikutip KompasTekno dari Engadget, Senin (29/1/2018).  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.