Rumor Microsoft Beli Electronic Arts Mencuat

Kompas.com - 30/01/2018, 18:13 WIB
Logo Electronic Arts IstLogo Electronic Arts
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Microsoft dikabarkan tengah mengincar studo game Electronic Arts (EA Games) untuk diakuisi. Langkah ini dilakukan Microsoft untuk memperkuat divisi perangkat game-nya, XBox dalam hal eksklusifitas.

Selama ini, masalah eksklusifitas game memang menjadi bayang-bayang Microsoft. Sebab dari segi jumlah, perusahaan rintisan Bill Gates ini memang tidak memiliki koleksi banyak game eksklusif.

Tahun 2018, XBox One hanya merilis State of Decay 2, Crackdown 3 dan Sea of Thieves sebagai game eksklusifnya. Meski banyak penggemar, ketiga game ini masih kalah pamor dibandingkan game eksklusif yang ada di konsol PlayStation 4., sebut saja Spider-Man, God of War, Dreams, dan Call of Duty: WW II.

Jumlah ini tentu saja berpengaruh pada penjualan perangkat Xbox One Microsoft. Berdasarkan kutipan data yang dicuplik KompasTekno dari Polygon, Selasa (30/1/2018), penjualan Xbox One tahun lalu hanya sekitar 35 juta unit. Sedangkan Sony dengan PS 4 nya mencatatkan penjualan hingga 73 juta unit.  

Baca juga : Kapal Selam Nuklir AS Dikendalikan Pakai Stick Xbox

Angin segar kemungkinan akan menerpa Microsoft jika benar-benar mengakuisisi EA. Pasalnya, EA merupakan salah satu pengembang yang sudah melahirkan banyak game populer. Sebut saja Need For Speed, FIFA, dan The Sims.  

Jika ingin mengakuisisi EA Games, Microsoft harus menyiapkan mahar sekitar 35 miliar dolar AS (Rp 469,8 triliun). Meski tergolong besar, angka itu bukanlah mustahil bagi Microsoft. Namun tentu saja kepemilikian Microsoft atas EA baru akan terjadi ketika pengembang game satu ini bersedia untuk diakuisisi.
 
Selain EA Games, sejumlah nama lain seperti Valve dan PUBG .Corp juga masuk dalam daftar perusahaan yang jadi incaran Microsoft. Baik Valve maupun PUBG.Corp merupakan pengembang yang menciptakan game multiplayer legendaris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Valve dikenal sebagai pengembang game populer masa kini seperti Half-Life, Counter Strike, Left 4 Dead, hingga Dota 2. Sedangkan PUBG yang merupakan pencipta game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).

Akuisisi publisher game bukan kali ini saja dilakukan Microsoft. Pada 2014 lalu, raksasa teknologi ini membeli Mojang, pencipta game Minecraft dengan mahar sekitar 2,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 33 triliun kala itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Polygon
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.