Facebook dan Instagram Larang Iklan Bitcoin dkk

Kompas.com - 31/01/2018, 09:15 WIB
Souvenir koin emas bitcoin yang dipamerkan di London, Inggris, pada 20 November 2017. AFP PHOTO/JUSTIN TALLISSouvenir koin emas bitcoin yang dipamerkan di London, Inggris, pada 20 November 2017.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Facebook menerapkan kebijakan baru yang melarang iklan soal mata uang digital alias cryptocurrency muncul di jejaring sosialnya. Artinya, tak ada lagi iklan-iklan yang mempromosikan penggunaan bitcoin, ethereum, litecoin, dkk yang beredar di Facebook.

Menurut Facebook, cryptocurrency tak lebih dari produk keuangan yang terasosiasi dengan praktik promosi menyesatkan. Sehingga, jika dibiarkan mengiklan di platform-nya, Facebook berarti turut menyebarkan hal tak benar.

Iklan-iklan cryptocurrency ini bukan cuma tak boleh nangkring di layanan inti Facebook, tetapi juga di “anak”-nya yakni Instagram. Hal tersebut disampaikan perwakilan eksekutif Facebook, Rob Leathern.

“Kami akan terus meningkatkan kemampuan deteksi praktik iklan yang menyesatkan,” kata dia.

“Kami akan mengkaji lagi kebijakan ini sembari melakukan penegakan pelaksanaannya,” ia menambahkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (31/1/3018), dari Recode.

Cryptocurrency sedang ramai dibicarakan di kalangan masyarakat modern. Banyak negara yang mendukung, tetapi tak sedikit pula yang menentang sistemnya.

Bitcoin dibahas lantaran nilai tukarnya sempat melambung tinggi pada akhir tahun lalu. Nilai satu bitcoin pernah menyentuh 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 214 jutaan.

Pada awal tahun ini, harga bitcoin pun turun ke level di bawah 12.000 dollar AS untuk pertama kalinya sejak 5 Desember 2017. Harga bitcoin sempat menyentuh level 11.685,24 dollar AS atau setara sekitar Rp 156,579 juta.

Baca juga : Kisah Bitcoin Senilai Rp 1 Triliun yang Terbuang ke Tempat Sampah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Recode
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.