Aplikasi Telegram Dihapus dari App Store

Kompas.com - 02/02/2018, 17:08 WIB
Ilustrasi aplikasi Telegram IstIlustrasi aplikasi Telegram
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Aplikasi Telegram menghilang dari toko aplikasi Apple App Store pada minggu ini. Aplikasi instant messaging buatan Rusia ini sengaja dihapus oleh Apple. Hal tersebut dilakukan lantaran Apple menemukan konten tak pantas pada aplikasi itu.

Penghapusan itu tidak hanya dilakukan pada Telegram saja. Aplikasi paralelnya, Telegram X yang diklaim lebih hemat baterai juga turut dibinasakan oleh Apple.

Kabar ini pertama kali diketahui oleh salah satu pengguna Reddit yang kemudian menanyakan masalah tersebut. Sempat ada dugaan penghapusan dilakukan lantaran Telegram akan merilis Telegram X untuk Android .

Namun alasan tersebut tidak masuk akal, sebab App Store dan Android sama sekali tidak berhubungan. Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah Telegram telah melanggar ketentuan dari Apple, sehingga aplikasi tersebut tidak bisa ditemukan di App Store.

Baca juga: 17 Aksi Teror di Indonesia yang Memakai Telegram untuk Komunikasi

Menanggapi hal tersebut, CEO Telegram, Pavel Durov melalui sebuah posting di akun Twitter-nya mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima peringatan dari Apple tentang adanya konten tak pantas.

"Kami diberitahu oleh Apple bahwa sejumlah konten tak pantas tersedia untuk pengguna kami, sehingga kedua aplikasi kami dicabut dari App Store," tulis Durov seperti dikutip KompasTekno, Jumat (2/2/2018).


Durov maupun Apple tidak menjelaskan secaradetail, konten tidak pantas apa yang dimaksud sehingga membuat Telegram dihukum.

Lebih lanjutnya, Durov berjanji akan melakukan sejumlah peninjauan dan perbaikan, sehingga Telegram dan Telegram X dapat digunakan kembali oleh pengguna iOS.

Dibanding WhatsApp, Telegram memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah memungkinkan obrolan yang memuat hingga 50.000 pengguna. Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan obrolan rahasia yang hanya dapat diakses oleh pengguna tertentu.

Pada 2017 lalu, Telegram juga pernah tersangkut kasus serupa. Aplikasi pesan instan itu dituduh mendukung tindakan terorisme yang dilakukan oleh ISIS.

Namun hal tersebut langsung mendapatkan penanganan dari Telegram. Dengan bantuan pengguna, sebanyak 78 kanal obrolan tentang ISIS dari 12 bahasa berhasil diblokir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X