Singapura "Pelihara" Robot Angsa untuk Awasi Kualitas Air

Kompas.com - 03/02/2018, 13:06 WIB
Robot angsa Swan sedang berenang di sebuah waduk di Singapura untuk memantau kualitas pasokan air. Jack BoardRobot angsa Swan sedang berenang di sebuah waduk di Singapura untuk memantau kualitas pasokan air.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Singapura memiliki cara yang unik untuk mengawasi kadar polusi di waduk dan danau. Para engineer di Singapura menciptakan robot angsa bernama "Swan".

Selain dari arti harfiah, Swan juga merupakan akronim dari Smart Water Assessment Network. Sesuai namanya, ia memiliki tugas untuk mengukur secara konstan sumber pasokan air bersih di Singapura.

Robot angsa akan mengurangi tenaga manusia dan bonusnya dapat mempercantik danau dan waduk di Singapura.

Salah seorang asisten profesor dari program elektrik dan teknik komputer National University of Singapore, Mandar Chitre, mengatakan robot angsa akan berenang mengitari danau dan waduk untuk mengukur kualitas air.

"Data akan tersedia secara real time (saat itu juga) di komputasi awan lalu dikirim untuk para ahli di badan pengelolaan air, jadi mereka bisa dengan cepat merespon masalah kualitas air", jelas Chitre.

Baca juga : Robot Anjing Aibo Lahir Kembali

Robot angsa juga dapat diberikan perintah melalui cloud, sehingga para ahli bisa memonitor secara langsung area tertentu atau membawa contoh air untuk keperluan laboratorium. Swan dapat mengukur pH level, larutan oksigen, tingkat kekeruhan, dan klorofil dalam air danau atau waduk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena ia terkoneksi langsung dengan sistem komputasi secara real time, maka badan pengelola air bisa lebih dini mengetahui jika pasokan air tidak layak konsumsi.

Dari kejauhan, Swan tampak seperti angsa yang sebenarnya, namun dari rangkanya, Swan dibuat lebih kokoh untuk menahan tabrakan dengan kayak atau perahu lain. Dirangkum KompasTekno dari Digital Trends, Sabtu (3/2/2018), ada lima "ekor" robot angsa yang sudah dioperasikan di danau dan waduk di seluruh Singapura.

Chitre mengatakan, dirinya dan tim berharap sistem ini dapat menarik perhatian negara lain untuk mengadopsi sistem Swan yang bisa dimanfaatkan instansi pengelola air.

"Kami akan menambahkan sensor dan kemampuan Swan serta meningkatkan sistem kontrol dan data analitik", ujarnya.

Ia menambahkan, timnya berencana untuk membuat robot angsa yang bekerja secara adaptif untuk mengawasi danau dan menemukan sumber polutan.

Baca juga : Seisi Kota Singapura Bakal Dibikin Virtual 3D, Gunanya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.