Depak Samsung, Apple jadi Pabrikan Smartphone Terbesar - Kompas.com

Depak Samsung, Apple jadi Pabrikan Smartphone Terbesar

Kompas.com - 06/02/2018, 10:12 WIB
iPhone 8 Plus dalam variasi warna space gray, silver dan goldApple iPhone 8 Plus dalam variasi warna space gray, silver dan gold

KOMPAS.com - iPhone merajai puncak klasemen pengapalan smartphone dunia pada kuartal IV 2017, menurut data terbaru dari firma riset International Data Corporation ( IDC). Shipment iPhone dalam periode tersebut mencapai 77,3 juta unit secara global.

Apple sebagai empunya iPhone pun kini menyandang predikat sebagai pabrikan smartphone terbesar dunia, menggeser Samsung yang sebelumnya rutin memegang gelar tersebut. Samsung kali ini mencatat pengapalan 74,1 juta unit.

Dengan kata lain, pangsa Apple di pasaran smartphone dunia kini mencapai 19,2 persen, sementara samsung menguasai 18,4 persen.

Peluncuran tiga model iPhone menjelang akhir tahun 2017, yakni iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X diperkirakan berhasil mendorong jumlah pengapalan produk Apple.

Data IDC terhadap pangsa pasar smartphone global pada kuartal ke-IV tahun 2017, per 1 Februari 2018 Data IDC terhadap pangsa pasar smartphone global pada kuartal ke-IV tahun 2017, per 1 Februari 2018

Pasar smartphone dunia turun

Meskipun menjadi pemuncak klasemen pengapalan smartphone dunia, nyatanya besaran pengapalan Apple turun 1,3 persen dari kuartal yang sama tahun lalu. Namun torehan ini tak seburuk Samsung yang turun hingga 4,4 persen.

Baca juga : Penjualan iPhone Turun, Pendapatan Apple Naik

Ini terjadi karena pengapalan smartphone memang mencatat penurunan secara global, sebesar 6,3 persen secara year-over-year dari 430,7 juta unit menjadi 403,5 juta unit. 

Seperti KompasTekno rangkum dari IDC, Selasa (6/2/2018), lembaga riset tersebut memperkirakan penurunan disebabkan oleh keengganan konsumen untuk melakukan upgrade dengan membeli perangkat baru.

"Serbuan flagship baru akhir-akhir ini mungkin mebuat konsumen mengambil jeda pada kuartal liburan. Dengan rata-rata flagship di tahun 2017 condong ke arah ultra high-end, banyak upgrader merasa perangkat bezel less macam ini hanya merupakan kemewahan yang tidak dibutuhkan," jelas manajer riset mobile IDC Anthony Scarsella.

Baca juga : iPhone X Berhenti Diproduksi Pertengahan 2018?

Pernyataan ini diperkuat analis senior IDC, Jitesh Ubrani. Menurut Ubrani, meskipun pada 2017 bermunculan flagship ultra high-end, konsumen menganggap smartphone flagship generasi sebelumnya masih layak dipilih dan lebih menarik dari faktor harga dibandingkan ponsel kelas atasmodel terbaru.


EditorOik Yusuf
SumberIDC

Close Ads X