Pertama Kalinya Dalam 9 Tahun, Pasar "Smartphone" China Menurun

Kompas.com - 07/02/2018, 19:18 WIB

KOMPAS.com — Industri smartphone China selama ini dikenal paling besar dengan pertumbuhan bisnis yang masif dari tahun ke tahun. Namun, tahun 2017 mencatat sejarah baru. Pasar China untuk pertama kalinya lesu sejak 2009 lalu.

Laporan dari firma riset IDC menunjukkan pengapalan smartphone di China menurun 15,7 persen pada kuartal IV-2017. Hal ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam sembilan  tahun. Jika ditotal untuk sepanjang 2017, penurunannya tercatat 4,9 persen dibanding 2016.

Menurut Research manager untuk IDC Asia-Pasifik, Tay Xiaohan, para vendor kurang berinovasi sepanjang 2017. Padahal, pasar sudah cukup matang untuk menuntut kemampuan lebih dari sebuah smartphone.

“Lini-lini baru hanya membawa pembaruan minor sehingga konsumen tak tergerak untuk membeli,” kata Tay Xiaohan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (7/2/2018), dari laporan IDC.

Berdasarkan analisis angkanya, mayoritas pemain lima besar di pasaran smartphone Negeri Tirai Bambu itu sejatinya masih menunjukkan pertumbuhan penjualan. Huawei berada di peringkat pertama dengan pengapalan 90,9 juta unit smartphone sepanjang 2017 atau bertumbuh 18,6 persen dibanding 2016.

Oppo dan Xiaomi bertengger di posisi kedua dan keempat dengan penjualan masing-masing 80,5 juta unit dan 55,1 juta unit sepanjang 2017. Keduanya mencatat pertumbuhan 2,7 persen dan 32,6 persen.

Laporan IDC 2017IDC Laporan IDC 2017

Vivo dan Apple yang bertengger di posisi ketiga dan kelima menunjukkan penurunan. Masing-masing menjual 68,6 juta unit dan 41,1 juta unit sepanjang 2017 dengan penurunan 0,8 persen dan 8,3 persen dari tahun ke tahun.

Melebihi semua itu, pemain-pemain kecil yang masuk kategori “Others” tersungkur paling dalam dengan penurunan penjualan kolektif 31 persen. “Pemain-pemain kecil terus berdarah-darah, sedangkan para pemain lima besar menumbuhkan pangsa pasarnya,” ujar Tay Xiaohan.

Ia memprediksi, tahun depan para pemain lima besar di China bakal lebih gencar menyentuh pasar menengah ke atas lewat smartphone dengan harga di atas 200 dollar AS atau sekitar Rp 2,7 jutaan. Hal ini untuk mengakomodasi pasar yang sudah mapan dan tak melulu tergiur dengan smartphone murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber IDC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.