Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Situs Porno Jadi Persembunyian Malware Penambang Bitcoin

Kompas.com - 12/02/2018, 15:11 WIB

KOMPAS.com - Situs porno menjadi situs favorit yang disusupi oleh program penambang mata uang kripto (cryptocurrency), seperti Bitcoin dan Etherum. Temuan ini diumumkan oleh perusahaan keamanan Beijing, 360NetLab.

Sebelumnya, malware penambang cryptocurrency diketahui bekerja dengan cara menyusup ke perangkat, melalui sejumlah aplikasi palsu.

Berdasarkan data 360NetLab, dari 658 situs yang paling sering dikunjungi dan memuat malware penambang cryptocurrency, 49 persennya merupakan situs berisi konten-konten dewasa (mengandung pornografi).  

Dikutip KompasTekno dari Digital Trend, Senin (12/2/2018), jenis tool penambang cryptocurrency yang banyak ditemukan adalah Coinhive, angkanya tercatat hingga 57 persen. Sedangkan sisanya diisi oleh tool Jsecoin, Webmine, dan Cryptoloot.

Baca juga: Browser Opera Punya Pelindung Malware Penambang Bitcoin

Sama seperti modus sebelumnya, tool program ini terunduh secara otomatis ketika pengguna mengunjungi situs tertentu. Ketika sudah diunduh, program ini akan memanfaatkan perangkat pengguna untuk menambang mata uang kripto. Alhasil, kinerja komputer saat sedang online pun menurun.

Ditinjau dari segi hukum, menyusupnya program penambang cryptocurrency dalam sejumlah situs porno bukanlah perbuatan ilegal. Sebab sejumlah situs mengklaim bahwa penambang mata uang kripto mendanai laman mereka dengan berlangganan iklan. Sedangkan mesin penambang merupakan bagian dari program iklan tersebut.

Pemilik situs juga menambahkan bahwa untuk mengunduh program penambang mata uang, dibutuhkan izin dari pemilik perangkat. Jika pengunjung bisa masuk ke situs, berarti mereka telah mengizinkannya.

Dengan demikian, hal itu tidaklah dikategorikan sebagai malware yang melanggar hukum.

Kasus malware berupa program penambang mata uang kripto mulai muncul sejak September 2017 lalu. Angka tersebut mengalami lonjakan pada Januari 2017. Meski begitu, gangguan ini masih bisa ditangani dengan bantuan antivirus yang selalu diperbarui.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.