Facebook dan Google Terancam Kehilangan Pengiklan Besar

Kompas.com - 14/02/2018, 13:44 WIB
Ilustrasi Facebook The telegraphIlustrasi Facebook
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Platform media sosial populer seperti Facebook dan YouTube belakangan ini banyak diterpa kontroversi menyangkut banyaknya peredaran “konten beracun” (toxic) yang tak pantas dikonsumsi.

Hal tersebut rupanya menjadi perhatian khusus bagi Unilever selaku pemilik aneka merek produk yang giat beriklan lewat jalur digital.

Salah satu pengiklan terbesar di jagat maya itu belakangan bahkan mengancam bakal menarik iklan-iklan mereka dari media sosial, apabila para pengelolanya tak berupaya lebih maksimal untuk menekan peredaran konten tak layak.

“Berita palsu, rasisme, seksisme, teroris menyebarkan pesan kebencian, konten beracun yang diarahkan ke anak-anak -apa yang kita temui di internet sekarang melenceng jauh dari harapan,” ujar Chief Marketing Officer Keith Weed, mencontohkan perkara konten-konten bermasalah di medsos.

“Industri media digital harus mendengarkan dan mengambil tindakan,” lanjut Weed, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari LA Times, Rabu (14/2/2018).

Tahun lalu, Unilever membelanjakan 9,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 129 triliun) untuk mempromosikan berbagai merek miliknya, mulai dari teh Lipton, sabun Dove, hingga es krim Ben & Jerry’s.

Sebanyak 2,4 miliar dollar AS (Rp 3,2 triliun) dari budget promosi tersebut dihabiskan untuk iklan digital. Google dan Facebook diketahui sebagai pemain terbesar di ranah tersebut. Keduanya diperkirakan menguasai 84 persen dari pasaran iklan online tahun lalu.

Artinya, Google dan Facebook berpotensi kehilangan pendapatan miliaran dollar AS apabila Unilever benar-benar menarik iklannya dari dunia digital.

Lebih lanjut, Weed mengatakan bahwa 2018 “Akan menjadi tahun ‘techlash’ di mana dunia berbalik melawan para raksaa teknologi -beberapa contohnya sudah terjadi - atau tahun kepercayaan, tahun di mana kita bisa membangun kembali kepercayaan secara kolektif terhadap sistem dan masyarakat.”

Bersama mencari solusi

Halaman:


Sumber LA Times
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X