Kompas.com - 19/02/2018, 19:03 WIB
Unit drone DJI Mavic Pro yang dipamerkan dalam acara peluncurannya di Jakarta, Selasa (22/11/2016). Oik Yusuf/ KOMPAS.comUnit drone DJI Mavic Pro yang dipamerkan dalam acara peluncurannya di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Pada 9 Januari lalu, seorang pilot helikopter yang sedang terbang di atas pulau Kauai, Hawaii menyaksikan sebuah pesawat tanpa awak menabrak helikopter. Meski tidak sampai kecelakaan, terdapat sebuah goresan pada kaca pesawat.

Ancaman baru

Jika sebelumnya ancaman penerbangan hanyalah kumpulan burung (birdstrike), kali ini daftarnya bertambah dengan kemunculan drone. Berdasarkan data FAA, pesawat tanpa awak satu ini mencatat kerusakan lebih banyak dibandingkan burung.

Jika seekor burung yang sedang terbang dapat menggangku keamanan terbang dan kerusakan mesin, maka hal yang lebih buruk akan terjadi jika pesawat bertabrakan dengan drone.

Hal ini masuk akal mengingat drone sendiri terbuat dari logam. Namun berdasarkan catatan yang sudah terjadi, kerusakan tersebut biasanya ditemukan pada kaca bagian depan dan goresan pada bagian sayap.

Karena itulah pemerintah AS membuat kebijakan untuk mengatur penerbangan pesawat tanpa awak. Di AS, sebuah drone hanya diizinkan terbang setinggi 400 kaki atau sekitar 121 meter dari atas permukaan tanah, dan bisa dilihat oleh operator. Selain itu, drone yang diterbangkan juga tidak dalam kawasan terlarang.

Di Indonesia sendiri, Kementrian Perhubungan telah mengatur regulasi khusus untuk penerbangan drone. Peraturan tersebut mencatatkan bahwa penerbangan pesawat tanpa awak ini dilarang dilakukan 500 meter dari area terlarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pengambilan gambar untuk kepentingan pembuatan film dan video harus melampirkan surat izin dari institusi berwenang dan Pemerintah Daerah di mana gambar tersebut akan diambil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.