Internet 4G Indonesia Lebih Pelan dari Filipina

Kompas.com - 21/02/2018, 14:13 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Perusahaan pemetaan cakupan jaringan nirkabel OpenSignal pekan ini merilis laporan State of LTE yang antara lain membahas ketersediaan dan kecepatan jaringan 4G negara-negara di dunia.

Dalam hal kecepatan jaringan 4G LTE, dari 88 negara yang tercakup dalam lapotan State of LTE, Indonesia termasuk urutan paling bontot, di bawah negara-negara Asia Tenggara lain, seperti Thailand dan Filipina.

Jaringan 4G di India dan Indonesia mencatat kecepatan download rata-rata di bawah 10 Mbps,” sebut OpenSignal dalam laporannya yang bisa dibaca di tautan berikut.

Indonesia berada di urutan ketiga terbawah, hanya lebih tinggi dari Algeria dan India. Kecepatan jaringan LTE Tanah Air juga lebih rendah dari rata-rata global yang tercatat sebesar 16,9 Mbps.

Baca juga: Internet Indonesia Salah Satu yang Paling Pelan di Asia

Negara tetangga, Singapura, duduk di urutan teratas dengan kecepatan 4G rata-rata mencapai 44,31 Mbps. Sementara, Malaysia mencatat 14,83 Mbps.

Menurut OpenSignal, ada beberapa faktor kunci yang menentukan seberapa kencang jarigan 4G LTE di sebuah negara, misalnya berapa banyak spektrum frekuensi yang digunakan, teknologi 4G mana saja yang sudah dipakai (seperti LTE Advanced), dan kepadatan jaringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Negara-negara yang mencatat kecepatan tertinggi cenderung sudah menggelar jaringan LTE-Advanced dan memiliki perangkat LTE-Advanced dalam jumlah besar,” lanjut OpenSignal.

Meski demikian, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Rabu (21/2/2018), negara-negara dengan jaringan 4G terkencang pun sebenarnya tak mengalami pertumbuhan kecepatan belakangan ini. Angkanya mentok di kisaran 45 Mbps.

Dalam hal ketersediaan 4G LTE, posisi Indonesia lebih baik dengan angka 72,39 persen. OpenSignal mendefinisikan ketersediaan bukan sebagai cakupan geografis 4G LTE, namun proporsi waktu pelanggan tersambung ke jaringan tersebut.

Tahun ini sudah ada lima wilayah yang mencatat angka ketersediaan LTE di atas 90 persen, yakni Korea Selatan, Jepang, Norwegia, Hong Kong, dan Amerika Serikat, naik dari hanya dua wilayah (Jepang dan Korea Selatan) tahun lalu.

Laporan State of LTE OpenSignal dikompilasi berdasarkan 58 miliar pengukuran data dari 4,8 juta perangkat yang tersebar di 88 negara, yang dilakukan secara crowdsourcing, selama periode 1 Oktober hingga 29 Desember 2017.

Masih ada beberapa negara yang belum tercakup karena kekurangan data, seperti China. Namun, OpenSignal berjanji laporannya akan mencakup lebih banyak wilayah dunia di masa mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.