Di Indonesia, Oppo Tak Mau Banting Harga seperti Kompetitor

Kompas.com - 21/02/2018, 18:28 WIB
Model memamerkan smartphone Oppo A83 yang memiliki layar kekinian rasio 18:9 dan fitur face unlock di Jakarta, Rabu (21/2/2018). Oik Yusuf/KOMPAS.comModel memamerkan smartphone Oppo A83 yang memiliki layar kekinian rasio 18:9 dan fitur face unlock di Jakarta, Rabu (21/2/2018).
Penulis Oik Yusuf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan smartphone asal China, Oppo, kini sudah duduk di urutan kedua pabrikan smartphone terbesar Indonesia, menurut data kuartal III 2017 dari firma riset pasar IDC.

Namun, Vivo dan Xiaomi yang sama-sama berasal dari Negeri Panda juga telah menyusul masuk ke daftar lima besar, didukung pemasaran yang sama-sama gencar, berikut banderol produk menggiurkan untuk Xiaomi.

Menghadapi produk kompetitor yang berharga murah, PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengatakan pihaknya tak tertarik menerapkan strategi "banting harga" lantaran dipandang bisa melunturkan kepercayaan konsumen.

"Banting-banting harga itu akan buat konsumen berpikir apakah produk ini kredibel atau tidak. Kalau kita main harga pasti ada sesuatu di balik itu. Bisa saja misalnya (banting harga) dengan cari komponen hardware dengan grade lebih rendah," kata Aryo dalam acara Media Experience Oppo A83 di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Menurut Aryo, Oppo Indonesia sudah menawarkan  produk-produk smartphone besutannya dengan keseimbangan terbaik antara harga dan kualitas yang didapat. Konsumen disebut juga mendapatkan benefit lain di luar perangkat dan software berupa layanan purna jual.

"Orang bukan hanya beli perangkatnya, tapi after sales juga. Soal ini pusat servis Oppo tersebar di mana-mana," lanjut Aryo, sambil menambahkan bahwa Oppo memiliki 115 service center yang tersebar di seluruh Indonesia.

Masih setia selfie

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sama seperti sebelumnya, dengan jajaran produk seri F dan A tahun ini pun, Oppo Indonesia masih setia mengedepankan kemampuan selfie sebagai poin diferensiasi dibanding produk kompetitor.

Aryo menilai citra selfie sudah kadung lekat dengan Oppo. Kemampuan selfie dianggap masih efektif menarik konsumen gadget di Indonesia.

Sementara, Oppo konsisten mengembangkan inovasi selfie seperti teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) untuk mempercantik jepretan kamera depan seri ponsel F5 dan A83.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.