YouTube Kebobolan, Video Hoaks Sempat Terpopuler

Kompas.com - 22/02/2018, 13:57 WIB
Murid sekolah dari Montgomery County melakukan aksi solidaritas mengenang korban penembakan di Florida. Aksi tersebut berlangsung di Gedung Capitol di Washington DC, Rabu (21/2/2018). (AP Photo/ J Scott Applewhite) Murid sekolah dari Montgomery County melakukan aksi solidaritas mengenang korban penembakan di Florida. Aksi tersebut berlangsung di Gedung Capitol di Washington DC, Rabu (21/2/2018). (AP Photo/ J Scott Applewhite)
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Usai penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas di Florida, Amerika Serikat, di media sosial banyak beredar konten video berisi teori konspirasi terkait kejadian tragis tersebut.

Salah satunya yang berisi tudingan palsu terhadap seorang pelajar sekolah tersebut, David Hogg, pada Rabu kemarin dilaporkan sempat duduk di peringkat teratas video terpopuler (Trending) di YouTube.

David Hogg adalah seorang saksi peristiwa penembakan di Florida yang banyak tampil di televisi. Namun, di dalam video hoaks yang populer di YouTube itu, dia dituding sebagai “crisis actor”.

Isitilah “crisis actor” kerap digunakan untuk mengacu kepada sosok yang sengaja ditampilkan di media -entah oleh pemerintah ,institusi media itu sendiri, atau kelompok lain- saat terjadi krisis untuk  mengangkat isu tertentu.

Dalam kasus Hogg, dia banyak berbicara soal pengetatan aturan kepemilikan senjata api di AS.

Tudingan ini sudah ditampik oleh Hogg lewat wawancara dengan media mainstream. “Saya bukan ‘crisis actor’. Saya tidak bertindak atas nama siapapun,” ujarnya kepada CNN, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (22/2/2018).

Meski begitu, YouTube tetap kebobolan. Video hoax terisi tuduhan konspirasi palsu terhadap Hogg sempat mengumpulkan ratusan ribu view sebelum akhirnya dihapus oleh pihak YouTube.

“Begitu kami menyadari video tersebut, kami langsung menghapusnya dari bagian Trending dan dari YouTube karena melanggar ketentuan,” ujar seorang juru bicara YouTube.

Sulit disaring

Video “trending” di YouTube biasanya berupa video lagu, trailer film, atau klip-klip kejadian lucu.

Dalam sebuah penjelasan mengenai cara kerja sistem ranking Trending, YouTube mengatakan bahwa, syarat video yang bisa masuk daftar terpopuler ini salah satunya adalah tidak bersifat “misleading, click bait, atau mencari sensasi”.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X