Kompas.com - 22/02/2018, 13:57 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

Dalam sebuah penjelasan mengenai cara kerja sistem ranking Trending, YouTube mengatakan bahwa, syarat video yang bisa masuk daftar terpopuler ini salah satunya adalah tidak bersifat “misleading, click bait, atau mencari sensasi”.

Toh, kejadian pada Rabu kemarin membuktikan bahwa video ngawur sekalipun bisa saja masuk urutan teratas di daftar Trending dan menyebarkan informasi palsu ke publik.


Video kontroversial banyak beredar di YouTube dan sulit disaring karena para pengguna platform video sharing ini mengunggah video-video dengan durasi total lebih dari 400 jam setiap menit. Sangat sulit bagi YouTube untuk memantau setiap konten yang diunggah.

Biasanya, video yang melanggar ketentuan baru dihapus apabila ada pengguna yang menandai (flag) video bersangkutan, atau jika terdeteksi mengandung pelanggaran oleh sistem kecerdasan buatan (AI) YouTube saat sedang diunggah. Begitu ditandai, konten akan diulas oleh tim moderator YouTube.

Untuk kasus video tudingan palsu terhadap Havid Hogg, YouTube salah menilai karena video tersebut menyertakan konten dari sumber berita yang valid. Dalam hal ini potongan-potongan klip dari tayangan berita stasiun TV CBS. “Sistem kami salah mengklasifikasikannya”, ujar seorang juru bicara YouTube.

Pihak YouTube berjanji akan lebih mengutamakan konten dari sumber berita yang valid dalam hasil pencarian video, terutama konten-konten terkait peristiwa breaking news.

“Kami melihat peningkatan, tapi dalam situasi tertentu perubahannya tak cukup cepat,” kata sang juru bicara. Dia menambahkan, YouTube juga telah memperbarui ketentuan harassment sehingga kini ikut mencakup video hoax yang menarget korban tragedi.

Baca juga : Ponselnya Ditepis Justin Bieber, YouTuber Indonesia Angkat Bicara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber CNN


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.