Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lagi Tren "Selfie", Kenapa Galaxy S9 Andalkan Video "Slow-Mo"?

Kompas.com - 27/02/2018, 11:19 WIB
Fatimah Kartini Bohang,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

BARCELONA, KOMPAS.com - Tren selfie memicu kompetisi sengit antar-vendor smartphone dalam menghadirkan kamera depan terbaik. Hal berbeda dipilih Samsung yang baru saja merilis flagship Galaxy S9 dan S9 Plus di Barcelona, Spanyol.

Galaxy S9 dan S9 Plus lebih mengutamakan inovasi pada kamera belakang, melalui fitur perekaman video gerak lambat, super slow-motion 960 fps dan dual-aperture (F/1.5 dan F/2.4).

Menurut Corporate Marketing Director Samsung Indonesia, Jo Semidang, semua tren -termasuk selfie- sifatnya dinamis dan cepat berganti.

"Yang kami observasi, masyarakat juga sudah mulai bosan dengan selfie. Ada yang menganggap kesannya kok narsistik banget. Sekarang arahnya lebih ke 'gue ngapain', bukan 'ini muka gue'," kata Jo kepada jurnalis KompasTekno, Minggu (25/2/2018) di Barcelona.

Baca juga : Secanggih Apa Kamera Samsung Galaxy S9?

Adapun tujuan disematkannya fitur canggih pada kamera Galaxy S9 dan S9 Plus adalah agar lebih banyak orang yang mampu menghasilkan konten visual apik. Foto dan video kini semakin sering dibagi di media sosial, sehingga standarnya pun semakin tinggi.

"Kenapa orang-orang meng-capture momen? Karena ada keinginan sharing. Gara-gara semua orang sharing, standar kontennya jadi semakin tinggi. Kalau fotonya asal-asalan, nanti nggak dapat like," Jo Semidang menuturkan.

Adu kreativitas

Hal ini diiyakan fotografer profesional sekaligus pebisnis, David Soong. Ia membandingkan susahnya membuat konten visual yang apik sebelum ada inovasi teknologi kamera smartphone akhir-akhir ini.

"Dulu bikin foto dan video yang bagus perlu pengetahuan yang dalam. Alatnya juga harus oke. Sekarang semua orang bisa berkarya, tinggal adu kreativitasnya," kata dia.

"Teknologi mengubah budaya dan kebiasaan orang. Nanti pasti banyak yang bikin video dramatis dengan super slow-motion. Semua orang jadinya bisa creating something fun. Technology makes it easy for everyone," ia menambahkan.

Fitur super slow-motion pada Galaxy S9 dan S9 Plus memungkinkan pengguna menangkap 960 bingkai visual per detiknya, alias frame per second (fps) pada resolusi 720p. Hal ini untuk meningkatkan efek dramatis dari sebuah peristiwa.

Super slow-motion 960 fps ini empat kali lipat lebih lambat dibandingkan video slow-motion di Galaxy S8 dan S8 Plus yang hanya 240 fps. Samsung juga menyediakan pendeteksi gerak otomatis (motion detection) dalam tiap tangkapan perekaman.

Pengguna dapat membidik 12 kali super slow-motion dalam satu video berkelanjutan. Untuk momen 0,2 detik, fitur teranyar di Galaxy S9 dan S9 Plus ini mampu memperlambatnya menjadi 6 detik.

Adapun fitur dual-aperture (F/1.5 dan F/2.4) membuat pengguna bisa membidik foto yang apik dalam segala kondisi cahaya, terang maupun gelap. Bukaan F/1.5 sendiri adalah yang pertama kali disematkan pada kamera smartphone.

Baca juga : Ini Harga Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus di Indonesia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com