Indikasi Go-Jek Bakal Jual Saham di Bursa Efek Indonesia

Kompas.com - 06/03/2018, 10:09 WIB
Kantor Go-Jek Indonesia Reska K. Nistanto/KOMPAS.comKantor Go-Jek Indonesia
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Awal pekan ini, manajemen perusahaan ride sharing berbasis aplikasi, Go-Jek, menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta dalam rangka memenuhi undangan dari Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

BEI mengundang Go-Jek terkait rencana penawaran perdana saham kepada publik (initial public offering, IPO) dari startup unicorn tersebut. Dalam pertemuan kedua pihak, Go-Jek menanyakan sejumlah hal tentang IPO.

Tito menjelaskan bahwa Go-Jek  menanyakan aturan listing bagi perusahaan yang rugi, dan dijawab bahwa perusahaan yang masih rugi boleh mencatatkan diri di bursa asalkan sudah beroperasi lebih dari setahun.

“Go-Jek juga tanya apakah boleh memiliki dua jenis saham. BEI mengatakan boleh, seperti BUMN punya golden share,” ujar Tito. Menurut dia, Go-Jek berkeinginan bisa tetap dimiliki oleh Indonesia jika memungkinkan.

Pertanyan lain dari Go-Jek terkait dokumen-dokumen yang perlu diserahkan saat IPO. Tito juga memberitahukan Go-Jek agar memberikan gambaran tentang proyeksi perusahaan hingga lima tahun ke depan.

Baca juga : Modal Triliunan Rupiah dari Astra dan Djarum Dipakai Apa oleh Go-Jek?

Pasti IPO

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andre Soelistyo, Presiden PT Aplikasi Anak Bangsa (Go-Jek) memastikan pihaknya akan mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka di Indonesia lewat IPO.

Eventually kami harus IPO,” ujarnya kepada Kontan, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Selasa (6/3/2018).

Untuk sekarang Go-Jek tengah melakukan persiapan yang diperlukan. Perusahaan belum menunjuk penjamin pelaksaan emisi untuk aksi korporasi tersebut.

Andre juga menjelaskan bahwa Go-Jek tengah mempertimbangkan skema dual listing di negara yang mengerti kebutuhan dari perusahaan di negara berkembang seperti Go-Jek.

Dengan terdaftar di bursa Jakarta, Go-Jek berharap sahamnya bisa dimiliki oleh warga Jakarta, termasuk oleh para rekanan driver. Lalu, dengan skema dual-listing, investor asing pun bisa membeli saham Go-Jek.

Meski demikian, Andre menegaskan bahwa Go-Jek belum akan melakukan IPO tahun ini. Waktu pasti untuk melakukan penawaran perdana saham masih belum diketahui.

Ketika berbicara dalam konferensi Year Ahead Asia yang digelar Bloomberg akhir tahun lalu, CEO Gojek Nadiem Makarim hanya mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar IPO dalam waktu “beberapa tahun ke depan”.

Baca juga : Berapa Jumlah Pengguna dan Pengemudi Go-Jek?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Bloomberg,
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.