Tumblr Punya "Safe Mode", Mengapa Tetap Diblokir?

Kompas.com - 08/03/2018, 08:06 WIB
Ilustrasi Tumblr. IstimewaIlustrasi Tumblr.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemblokiran platform blogging Tumblr menyisakan sejumlah pertanyaan bagi para penggunanya. Salah satunya adalah perihal keberadaan Safe Mode, yang ternyata tidak bisa menyelamatkannya dari pemblokiran.

Pantauan KompasTekno, Rabu (7/3/2018), Community Guidelines Tumblr menyebutkan bahwa Safe Mode dirancang untuk mengelola agar konten dewasa tidak bisa dilihat oleh orang yang memang tidak menginginkannya.

Pembuat konten pun diwajibkan memberi tanda bila muatannya mengandung hal eksplisit. Bila tidak menandainya, konten tersebut pun akan ditandai secara otomatis. Dengan kata lain, Tumblr memiliki sistem penyaringan konten.

Namun sistem penyaringan tersebut, seolah tak berarti bagi masyarakat Indonesia atau Kemenkominfo. Pemblokiran tetap saja dilakukan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pemblokiran tersebut memang harus terjadi. Pasalnya, walau memiliki Safe Mode, toh konten bernuansa pornografi masih bisa diakses pengguna.

Baca juga: Ada 360 Akun Tumblr Berbau Asusila yang Ditemukan Kominfo

"Masalahnya konten pornografi itu tetap bisa dilihat. Walaupun sudah flagging, misalnya Anda tandai konten bermuatan pornografi, tapi saat Saya buka itu masih bisa," jelas pria yang akrab dipanggil Chief RA itu, saat ditemui di kantornya, Rabu (7/3/2018).

Dia menambahkan, pemblokiran itu masih bisa dibuka kembali. Tapi tentu saja, ada syarat yang harus benar-benar ditepati oleh Tumblr.|

Seperti halnya situs atau media sosial yang diblokir dengan alasan pornografi, pemerintah meminta agar Tumblr benar-benar membersihkan diri.

Jika nanti, konten-konten bernuansa pornografi di dalamnya sudah bisa dihapus, maka pemblokiran juga akan kembali dibuka.

Pornografi juga ada di media sosial

Chief RA mengakui bahwa masalah pornografi bisa berada di mana saja. Bila tidak berada di Tumblr, konten seperti itu juga bisa berada di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram serta lain sejenisnya.

Walau demikian, media sosial tersebut tidak diblokir dan hingga kini masih bebas diakses.  Menkominfo Rudiantara mengatakan hal tersebut terkait dengan kepatuhan masing-masing media sosial saat berkoordinasi dengan pemerintah.

"Permintaan Kemenkominfo suspend sekitar 806 akun di Facebook dan Instagram, 529 dipenuhi. Twitter dari 521.530 permintaan, ada 521.431 dipenuhi. Itu pada 2017. Mereka sangat kooperatif," terangnya.

Karena itu, jika Tumblr bersikap lebih koperatif, yakni dengan membersihkan konten-konten bernuansa asusila di dalamnya, maka pemblokiran bisa dibuka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X