Pengamat Beberkan Informasi Tersembunyi di Balik NIK dan KK

Kompas.com - 13/03/2018, 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Registrasi kartu SIM prabayar dengan menggunakan NIK dan KK masih menuai kontroversi. Ada kecurigaan data itu dibocorkan atau disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, baik dari sisi pemerintah maupun swasta.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan, pemerintah menjamin data masyarakat tak bakal bocor. 

Pasalnya data masyarakat tak pernah dipegang Kominfo atau operator telekomunikasi, melainkan langsung masuk ke Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk validasi identitas pelanggan kartu SIM prabayar.

Kendati begitu, Koordinator Regional SAFEnet, Damar Juniarto menilai registrasi kartu SIM prabayar menghimpun terlalu banyak data pribadi. Meski tampaknya hanya NIK dan nomor KK, tetapi dari situ ada beberapa penggalan informasi lain.

Damar menjelaskan, NIK seseorang memberikan informasi kode provinsi, kode kota/kabupaten, kode kecamatan, tanggal lahir, bulan lahir, tahun lahir, dan nomor komputerisasi. Artinya, NIK bisa menjelaskan usia dan asal seseorang.

Selanjutnya, KK memberikan informasi yang lebih lengkap dan personal, mencakup data anggota keluarga lain, seperti nama ibu kandung, tempat tanggal lahir, pendidikan, pekerjaan, hingga ke status perkawinan.

Informasi kependudukan yang bisa didapat dari sebuah NIK.KOMPAS.com/Fatimah Kartini Bohang Informasi kependudukan yang bisa didapat dari sebuah NIK.
"Jadi itu dapatnya banyak. NIK dan KK itu dapat keping-keping informasi yang kalau disatukan bisa mengidentifikasi seseorang," kata Damar di sela-sela diskusi soal UU Perlindungan Data Pribadi, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

"Ibaratnya seperti kepingan-kepingan lego yang nggak berbentuk, lalu kalau disusun bakal ada identitasnya," Damar menganalogikan.

Secara keseluruhan, Damar mengatakan registrasi kartu SIM prabayar ini menghimpun informasi detail dari KK, NIK, serta ipv4/6 yang merupakan serangkaian nomor identitas di setiap perangkat, semacam pengenal individual yang unik.

"Data yang dikumpulkan ini membentuk profil. Tolong pemerintah perjelas lagi peruntukan data ini untuk apa saja? Kenapa harus pakai KK? Sudahkah ada uji keamanan? Bagaimana penanggulangan atas penyalahgunaan?," Damar mempertanyakan.

Baca juga : Registrasi Kartu Prabayar Gagal, Apa yang Harus Dilakukan?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.