Belasungkawa untuk Stephen Hawking dari Bos-bos Teknologi

Kompas.com - 15/03/2018, 13:10 WIB
Stephen Hawkingchemtrailsplanet Stephen Hawking

KOMPAS.com - Berpulangnya mendiang Stephen Hawking pada 14 Maret 2018, masih membawa duka bagi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fisikawan teoritis asal Inggris tersebut wafat setelah berjuang melawan penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig selama lebih dari setengah abad. Usahanya mematahkan prediksi medis yang meramalkan dirinya hanya akan bertahan selama dua tahun.

Duka cita turut disampaikan para petinggi dunia teknologi, termasuk CEO Microsoft, Satya Nadella melalui akun Linked in yang ditautkan ke akun Twitternya.

Nadella mengungkapkan jika Hawking akan selalu diingat berkat kontribusinya pada dunia pengetahuan. Menurutnya, Hawking mampu membuat teori dan konsep lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

"Dia (Hawking) juga akan dikenang karena semangat dan pengejaran tanpa batasnya untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang alam semesta, terlepas dari keterbatasan yang dihadapinya", imbuh Nadella.

Ungkapan bela sungkawa juga disampaikan oleh CEO Google, Sundar Pichai.

"Dunia telah kehilangan ilmuan yang memiliki pemikiran indah dan brilian. Beristirahatlah dengan tenang, Stephen Hawking", begitu tulisnya melalui akun Twitternya, @sundarpichai.

Bapak Microsoft, Bill gates pun turut mengenang kepergian penulis buku "A Brief History of Time" tersebut,

"Saya beruntung mengenal Stephen Hawking. Usahanya adalah pengingat inspiratif tentang kemampuan pikiran manusia", tulis Gates.

CEO Apple, Tim Cook juga menyampaikan duka melalui akun Twitternya @tim_cook dengan mencatut sebuah kutipan dari Hawking.

"'Musuh terbesar pengetahuan bukanlah kebodohan, itu adalah ilusi pengetahuan'. Kami akan selalu terinspirasi oleh hidup dan gagasannya. Istirahatlah yang tenang", tulis Cook, sebagaimana KompasTekno himpun dari Twitter, Kamis (15/3/2018).

Baca juga: Stephen Hawking Meninggal Dunia, Ini Ramalannya soal Teknologi AI

Hawking memang telah meninggalkan dunia yang selama ini ia jelajahi, dalam keterbatasannya yang terlihat sangat mustahil. Namun karya, usaha dan teorinya akan tetap hidup cemerlang. Tahun 2014 lalu, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk ke luar angkasa.

"Walaupun aku cacat parah, aku telah sangat sukses di bidangku. Aku Telah berkelana jauh dan pernah ke Antartika dan Easter Island, turun ke dalam kapal selam dan naik ke penerbangan tanpa gravitasi. Suatu hari, aku berharap bisa ke luar angkasa", tulis Hawking di akun Facebooknya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X