Rekam Video "Slow Motion", Mending Pakai Kamera atau Ponsel?

Kompas.com - 16/03/2018, 14:52 WIB
Galaxy S9 (kiri) dan Galaxy S9+ memiliki perbedaan dari sisi ukuran layar, kamera, besar RAM dan memori.Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com Galaxy S9 (kiri) dan Galaxy S9+ memiliki perbedaan dari sisi ukuran layar, kamera, besar RAM dan memori.

KOMPAS.com - Beberapa model kamera digital masa kini sanggup merekam video gerak lambat (slow-motion) dengan frame rate tinggi. Ketika diputar dengan frame rate normal 24 hingga 30 FPS, video slow motion akan menampilkan gerakan obyek yang diperlambat, sehingga terlihat lebih dramatis.

Smartphone pun tak ketinggalan. Beberapa smartphone papan atas kini bisa merekam video slow motion. Galaxy S9 dari Samsung misalnya, mampu merekam hingga 960 FPS di resolusi HD 720p, fitur yang disebut sebagai “super slow-motion" ini menghadirkan gerakan obyek yang 32 kali lebih pelan dibandingkan perekaman video normal.

Fotografer David Soong berpendapat smartphone memiliki kelebihan tersendiri dibanding kamera digital dalam hal perekaman video slow-motion, yakni bentuknya lebih ringkas dan sepanjang waktu selalu dibawa oleh sang empunya. Walhasil, menurut David, smartphone selalu siap apabila tiba-tiba muncul momen yang menarik.

“Tinggal dua kali klik (tombol daya), aplikasi kamera langsung jalan dan bisa merekam, jadi saya tidak kehilangan momen, ujar David ketika berbicara dalam acara Gadget Story tentang Galaxy S9, di Lotte Shopping Avenue, bilangan Kuningan, Jakarta, Kamis (16/3/2018) kemarin.

Fotografer David Soong saat berbicara dalam acara Gadget Story tentang Galaxy S9 di Lotte Shopping Avenue, bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (15/3/2018).KOMPAS.com/ OIK YUSUF Fotografer David Soong saat berbicara dalam acara Gadget Story tentang Galaxy S9 di Lotte Shopping Avenue, bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (15/3/2018).
Sebagai pengusaha sekaligus fotografer yang sudah menyelami dunia potret-memotret sejak 20 tahun lalu, David mengaku memiliki koleksi kamera digital canggih.

Namun, peralatan ini kebanyakan waktu hanya digunakannya saat ada keperluan khusus, misalnya saat memotret untuk klien.

Sebaliknya, smartphone selalu senantiasa berada di kantong dan siap diraih. Aspek kepraktisan inilah yang membuat smartphone memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan kamera digital untuk keperluan merekam video maupun memotret.

“Kamera terbaik adalah kamera yang Anda bawa,” ujar David, mengutip quote populer di dunia fotografi dari Chase Jarvis.

Kamera digital unggul dari smartphone dalam hal kualitas dan fleksibilitas. Kamera-kamera digital yang mampu merekam video slow-motion biasanya memiliki lensa zoom dan sensor gambar lebih besar (misalnya, kamera saku). Ada juga kamera aksi yang sanggup menyelam ke dalam laut dan merekam video gerak lambat.

Namun, untuk keseharian, smartphone tetap lebih praktis karena bentuknya yang lebih ringkas, selain merupakan "benda wajib" yang selalu dbawa oleh pengguna. Ada juga beberapa tempat yang sulit dikunjungi dengan membawa kamera berukuran besar, misalnya museum.

Kadang membawa kamera butuh izin khusus atau tidak dibolehkan sama sekali. "Dengan smartphone, tidak ada masalah seperti itu," ujar David.

Samsung telah menerapkan prekaman video slow-motion sejak Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus. Galaxy Note 8 melanjutkan fitur perekaman 240 FPS di resolusi HD 720p itu. Belakangan, di Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus, kemampuan tersebut dikembangkan lebih jauh menjadi 960 FPS dan di resolusi 720p, sehingga gambar tampil lebih tajam dengan gerakan lambat yang lebih halus.

Simak kebolehan Galaxy S9 merekam video slow-motion berikut fitur-fitur andalan lainnya dalam tayangan di tautan berikut.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X