Lagi, Mobil Otonomos Uber Tabrakan di Jalan

Kompas.com - 17/03/2018, 14:23 WIB
Mobil tanpa sopir Ford Fusion yang mulai dioperasikan oleh Uber di Kota Pittsburgh, AS, Rabu (14/9/2016) UberMobil tanpa sopir Ford Fusion yang mulai dioperasikan oleh Uber di Kota Pittsburgh, AS, Rabu (14/9/2016)

KOMPAS.com - Mobil otonomos atau tanpa sopir milik Uber, mengalami kecelakan di Pittsburgh pada 24 Februari 2018 lalu. Kejadian ini bukan yang pertama. Tahun lalu, Mobil tanpa sopir Uber juga pernah mengalami kecelakaan serius di daerah Tempe, Arizona.

Kecelakaan kali ini dialami seorang wanita bernama Jesica McLemore, yang mengaku jika mobilnya ditabrak oleh mobil Uber tak berawak tersebut.

McLemore mengatakan, saat itu dirinya sedang mengendarai mobil sedan kecilnya bersama saudarinya yang duduk di kursi penumpang. Dirinya sedang melaju di perempatan jalan Liberty Avenue menuju utara, dan saat kejadian tidak ada kendaraan lain yang lewat.

"Saya menyalakan lampu sein kiri saya untuk belok dan dia (Uber) menyalakan lampu sein kanannya", beber McLemore.

Baca juga: Mobil Tanpa Sopir Uber Mengalami Kecelakaan Parah

Ia melanjutkan, setelah dia belok kiri, dari arah berlawanan, mobil Uber tetap melaju lurus hingga menabrak bagian depan mobilnya. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun mobil McLemore mengalami kerusakan yang cukup serius.

Mobil Jessica McLemore yang mengaku ditabrak mobil tanpa sopir milik Uber yang tengah dalam masa uji coba.Ars Technica Mobil Jessica McLemore yang mengaku ditabrak mobil tanpa sopir milik Uber yang tengah dalam masa uji coba.
McLemor menambahkan, saat kejadian ada seorang operator yang duduk di kursi kemudi dan mengatakan kepadanya jika mobil tersebut sedang dalam tahap uji coba. Dirinya dan operator mobil tanpa sopir Uber itupun sempat berdebat.

"Saya tidak mengira akan ada seseorang yang akan belok dari jalur paling kiri ke jalur saya", terang operator yang tidak diketahui namanya tersebut.

Dilansir KompasTekno dari Ars Technica, Sabtu (17/3/2018), Uber mengaku jika operatornya menyalakan lampu sein ke kiri, sehingga mobil Uber baru bersiap mengubah jalurnya.

"Dia (operator) meyakinkan saya jika Uber akan bertanggung jawab atas semuanya. Dia mengatakan kalau pihaknya akan mengantarkanku pulang," jelas Mclemore.

McLemore menambahkan, jika operator Uber tersebut akan menarik mobilnya dan mengurus kerusakannya. Namun, sejak peristiwa tersebut McLemore mengaku belum ada pihak Uber yang menghubunginya, ia pun tidak dapat menghubungi pihak Uber.

"Saya belum bisa menghubungi siapa pun. Saya tidak mendapatkan jawaban terkait kerusakan kendaraan saya, jikalau mereka mau membayar kerusakan mobil saya," jelas McLemore.

"Saya pikir Uber harus bertanggungjawab jika mobil-mobil ini tidak aman," imbuhnya.

Kecelakaan mobil tanpa sopir seperti milik Uber, Waymo buatan Google, dan lainnya cukup sering terjadi. Sebagian perusahaan mengklaim kesalahan berada pada mobil lain, hanya sebagian kecil perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Kritik yang mengemuka adalah, kemudi yang tak menentu pada mobil tanpa sopir, turut menyumbang tingkat kecelakaan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X