Facebook Ketahuan Bikin Lelet Internet di Korea Selatan

Kompas.com - 23/03/2018, 07:45 WIB
Facebook mengumumkan pembukaan kantor resminya di Indonesia mulai Senin (14/8/2017) KOMPAS.com/Yoga HastyadiFacebook mengumumkan pembukaan kantor resminya di Indonesia mulai Senin (14/8/2017)

KOMPAS.com - Otoritas telekomunikasi Korea Selatan mendenda Facebook senilai 396 juta won atau sekitar 369.705 dollar AS (Rp 5,2 miliar). Ihwalnya, Facebook dinilai memperlambat koneksi internet pengguna di Korea Selatan sepanjang 2016 dan 2017.

Menurut investigasi Korea Communications Commission (KCC), Facebook diam-diam mengalihkan beberapa akses pengguna ke jaringan di Hongkong atau Amerika Serikat. Padahal, semestinya pengguna Korea Selatan berada pada jaringan domestik.

Menurut hukum yang berlaku di Korea Selatan, pengalihan akses jaringan alias rerouting tanpa pemberitahuan ke pengguna adalah ilegal. Apalagi rerouting itu berimbas pada koneksi pengguna yang semakin lambat sekitar 4,5 kali dari biasanya.

“Facebook tak peduli dengan keluhan operator telekomunikasi lokal yang mendapat laporan dari masyarakat tentang koneksi yang melambat. Hasilnya, kualitas layanan Facebook tak terjaga pada level yang layak,” kata perwakilan KCC.

Salah satu operator telekomunikasi lokal, SK BroadBand, mengaku menerima 10 keluhan dari pengguna setiap harinya terkait koneksi lambat ketika mengakses Facebook dan Instagram. Sementara itu, operator lainnya bernama LG UPlus menerima rata-rata 34 keluhan bernada sama.

Pengguna Facebook sendiri di Korea Selatan lumayan banyak, mencapai 14,5 juta tahun lalu dan diprediksi meningkat hingga 14,85 juta pada tahun ini.

Tuntutan hukum dari Korea Selatan dinilai berlebihan oleh Facebook. Raksasa jejaring sosial itu merasa tak melanggar hukum apa pun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami kecewa dengan keputusan KCC,” ujar perwakilan Facebook, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Jumat (23/3/2018).

Sebagai dalih, Facebook sesumbar tak pernah menjamin bahwa performa jejaring sosialnya bakal selalu prima tanpa gangguan. Dalih itu ditolak KCC dan tetap teguh menuntut denda.

Belakangan perhatian khalayak tertuju pada Facebook. Baru-baru ini layanan yang didirikan Mark Zuckerberg itu juga diterpa isu kebocoran data pengguna dalam kasus "Cambridge Analytica". (Baca juga : Bocoran Data Pengguna Facebook Dipakai Pilpres AS, Zuckerberg Umbar Janji)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.