Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Talenta "Data Scientist" di Indonesia, Permintaan Tinggi Pasokan Kurang

Kompas.com - 23/03/2018, 09:21 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Talenta “ilmuwan data” alias data scientist semakin dicari oleh organisasi-organisasi di seluruh dunia, seiring dengan makin pentingnya peranan data dalam berbagai aspek penting seperti bisnis. Tren serupa berlaku pula di Indonesia.

Sayangnya, meski permintaan tinggi, Indonesia dinilai masih kekurangan talenta data scientist di pasaran. Pendapat tersebut diungkapkan oleh Head of Data Grab, Ainun Najib, ketika berbincang dengan wartawan di kantor perusahaan layanan on-demand berbasis aplikasi itu di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Menurut Ainun, penyebabnya mungkin terkait dengan sistem edukasi yang memang belum dirancang dengan matang untuk menelurkan ilmuwan-ilmuwan data baru. Hal ini sebenarnya berlaku pula di seluruh dunia, karena ilmu data sebenarnya adalah bidang yang relatif anyar dan perannya baru mencuat dalam beberapa tahun belakangan.

“Karena tak memperoleh bekal dari pendidikan formal, para talenta data scientist kemudian belajar dari sumber lain. Kalangan akademisi sekarang sedang berupaya menjembatani,” kata Ainun yang mengaku pernah dimintai konsultasi oleh sejumlah dosen perguruan tinggi utnuk bantu menyusun kurikulum ilmu data.

Beberapa pihak lain telah melihat adanya kekurangan talenta data scientist di Indonesia dan berupaya mengisi kekosongan. Akhir 2017 lalu, misalnya, sebuah perusahaan startup baru bernama Algoritma didirikan secara khusus untuk memulai akademi ilmu data pertama di Indonesia.

Di Grab sendiri, Ainun mengaku pihaknya berupaya menyajikan lingkungan terbaik untuk menarik para talenta yang jumlahnya terbatas di pasaran. Tak hanya dari Indonesia saja, tapi juga dunia internasional karena Grab merupakan perusahaan lintas negara.

“Di Grab, para karyawannya datang dari 45 kewarganegaraan,” imbuh Ainun.

Baca juga : Grab Lawan Opik Disebut Mulai Membuahkan Hasil

Data di balik Grab

Data scientist dibutuhkan untuk menganalisis, mengolah aneka data yang dikumpulkan sehingga menjadi insight yang bermakna dan bisa diterapkan di bisnis atau aspek operasional perusahaan.

Warehouse Engineer Grab, Andreas Hadimulyono mencontohkan data pemetaan dan lalu lintas yang bisa dipakai untuk menentukan rute terbaik dan pengalaman paling nyaman saat menggunakan layanan transportasi Grab.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com