Skandal Facebook Merebak, Path Bakal Bongkar Ulang Aplikasi

Kompas.com - 23/03/2018, 11:59 WIB
Pendiri dan CEO Parth Dave Morin David Paul Morris/BloombergPendiri dan CEO Parth Dave Morin
|

KOMPAS.com - Data 50 juta pengguna Facebook yang bocor disinyalir didapatkan melalui aplikasi pihak ketiga. Karena itulah CEO Path Dave Morin berencana membongkar ulang aplikasi Path demi menghindari kejadian serupa.

Hal ini diutarakan Dave Morin melalui akun Twitter-nya, Kamis (22/3/2018). Melalui kicauannya ini ia meminta warganet untuk mengontaknya melalui direct message (DM) jika tertarik dengan ide membangun ulang aplikasi Path.

Ia mengatakan pihaknya mendapat banyak sekali permintaan dari berbagai pihak, sampai-sampai ia sendiri kewalahan menanggapi permintaan ini. Permintaan ini datang terkait dengan skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook yang tengah memanas.


"(Kami) kewalahan dengan banyaknya permintaan untuk membangun kembali Path yang lebih baik. Mempertimbangkan untuk melakukannya. Jika Anda tertarik untuk mengerjakan ide semacam itu, DM saya. Mari kita lihat apakah ada tim yang bersemangat. Jika demikian, kami akan melakukannya," tulis Dave Morin sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Next Web, Jumat (23/3/2018).

Tak lama kemudian, kicauannya ini mendapat respon positif dari beberapa pihak. Seperti mantan Director of Engineering Path Mike DiCarlo, angel investor Jason Calcanis, dan pendiri Layer Ron Palmeri. Ke semua nama ini adalah orang-orang yang tertarik berkolaborasi dan mendukung usaha ini.

Baca juga : Bocoran Data Pengguna Facebook Dipakai Pilpres AS, Zuckerberg Umbar Janji

Kendati demikian tidak ada yang bisa menjamin apakah Path versi baru nantinya akan lebih aman dalam menjaga data pengguna atau tidak. Pasalnya perlu diingat juga bahwa Dave Morin sendiri adalah salah satu mantan karyawan Facebook yang ikut terlibat dan bertanggungjawab atas pembentukan Facebook Connect.

Facebook Connect merupakan platform yang menaungi pembuatan aplikasi pihak ketiga, dan kasus bocornya 50 juta data pengguna Facebook ini disinyalir karena adanya aplikasi pihak ketiga yang tak bertanggungjawab. Baca juga : Cambridge Analytica Disebut Curi Data 50 Juta Pengguna Facebook)

Kasus ini pun semakin memanas. Bahkan salah satu pendiri WhatsApp mengajak warganet untuk menghapus akun Facebook mereka. Baca juga : Pendiri WhatsApp Ajak Netizen untuk Hapus Facebook)

Karena skandal ini, saham Facebook dilaporkan anjlok 6,77 persen setelah informasi kebocoran tersebut beredar. Nilai valuasi perusahaan pun turun hingga 36 miliar dollar AS (setara dengan Rp 495 triliun) seiring dengan kekhawatiran investor atas kasus kebocoran data yang menimpa Facebook.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber TheNextWeb
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X