Kompas.com - 23/03/2018, 17:34 WIB
CEO Twitter, Jack Dorsey. istCEO Twitter, Jack Dorsey.

KOMPAS.com - CEO Twitter, Jack Dorsey meramalkan jika satu dekade ke depan, mata uang bitcoin akan menggantikan seluruh mata uang dunia. Dorsey yakin jika bitcoin pada akhirnya akan mengatasi segala macam hambatan transaksi keuangan yang diadopsi global selama ini.

Meskipun saat ini, penggunaan bitcoin masih terkendala volatilitas atau harga yang gampang naik dan turun, terutama akibat pelarangan iklan di beberapa platform dan penolakan di beberapa negara.

Kemudahan transaksi dan ketersedian penggunaan juga menjadi tantangan besar cryptocurrency atau mata uang virtual.

Dorsey memperkirakan, setelah nanti bitcoin menjadi mata uang yang dapat membuat transaksi jadi lebih sederhana, lalu para penyedia layanan dan produk mulai menerimanya, maka akhirnya cyptocurrency ini kemungkinan akan menjadi lebih stabil.

Baca juga: Hoaks di Twitter Lebih Gampang Menyebar dari Klarifikasi, Mengapa?

Dalam beberapa bulan terakhir, Dorsey pun memperkenalkan mata uang virtual di dalam startup barunya yang bergerak di bidang sistem pembayaran mobile peer-to-peer bernama "Square" yang ia dirikan bersama Jim McKelvey tahun 2010.

Sayangnya, jabatan ganda yang dipangku Dorsey menimbulkan pandangan miring dari beberapa pengamat industri. Mereka menduga, dengan jabatan double CEO, akan membuat Dorsey tertekan, dan melibatkannya dalam konflik kepentingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dorsey disebut kesulitan berpikir secara objektif untuk membuat keputusan tentang iklan cyptocurrency di platform Twitter, sebagaimana KompasTekno himpun dari Android Headlines, Jumat (23/3/2018).

Sebab, beberapa platform lain seperti Google, Facebook dan Snapchat cukup tegas melarang mekanisme penerbitan koin perdana (ICO), serta iklan yang berkorelasi dengan blockchain.

Namun Dorsey memiliki jawaban lain. Ia bersikeras jika bitcoin merupakan transformasi teknologi, yang tidak jalan di tempat, tetapi akan mengganti semua metode pembayaran.

Baca juga: Iklan Twitter di Siaran Piala Oscar 2018 Dikritik

Twitter sendiri meraup untung pada kuartal pertama tahun 2018 setelah dirundung kerugian beruntut selama 12 tahun. Namun surplus tersebut didapatkan dari penghematan anggaran, bukan peningkatan pendapatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.