Kompas.com - 24/03/2018, 16:01 WIB
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mendadak muncul di acara peluncuran Samsung Galaxy Unpacked di Barcelona, Minggu (21/2/2016) Fatimah Kartini BohangPendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mendadak muncul di acara peluncuran Samsung Galaxy Unpacked di Barcelona, Minggu (21/2/2016)

KOMPAS.com - Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan jika Facebook akan melakukan investigasi bagi para pengembang aplikasi ketiga yang menyalahi aturan, seperti apa yang dilakukan Cambridge Anlytica.

Meskipun diakui Zuckerberg hal itu tidaklah mudah, bahkan bagi perusahaan raksasa teknologi sekaliber Facebook. Hal itu dikarenakan data pengguna berada di server yang berbeda. Sehingga, pihaknya perlu mengirim auditor forensik untuk aplikasi-aplikasi yang berbeda.

Zuckerberg pun secara tegas mengancam akan mengaudit para pengembang yang memiliki segudang data pengguna Facebook atau pengembang yang melakukan hal tak wajar. Pihaknya akan mengulik kembali siapa saja pengembang yang menggunakan data pengguna Facebook.

"Jadi, kami tahu semua aplikasi yang teregistrasi ke Facebook, dan semua pengguna Facebook yang registrasi ke aplikasi tersebut, lalu harus memasukan data berbeda sesuai yang diciptakan pengembang, maka pahamilah, jika apa yang pengembang lakukan bukanlah hal wajar", jelasnya.

Baca juga : Bocoran Data Pengguna Facebook Dipakai Pilpres AS, Zuckerberg Umbar Janji

Ia menambahkan, masalah lain yang dihadapi Facebook untuk mengatasi masalah ini adalah ketersediaan auditor terlatih, untuk mengaudit seluruh aplikasi ketiga yang bernaung di Facebook dengan cepat.

Apalagi, butuh waktu berbulan-bulan, serta anggaran berjuta-juta dollar AS, untuk memperbaiki semua masalah kepercayaan keamanan pengguna ini. Belum lagi basis analisis pengumpulan data dari puluhan ribu aplikasi yang berbeda-beda.

Skandal pencurian data pengguna Facebook besar-besaran ini memang memukul telak Facebook, khususnya Zuckerberg. Salah satu yang mengecewakannya adalah, mengetahui jika Cambridge Analytica mengambil data pengguna Facebook sejak tahun 2015.

Kala itu, Cambridge Analytica telah membuat pernyataan tertulis kepada Facebook, yang menyatakan jika semua data pengguna Facebook telah dihapus. Sial bagi Facebook, karena firma data analis tersebut melakukan hal sebaliknya.

Mereka menyalahgunakan data pengguna Facebook untuk keperluan pemilu Amerika Serikat tahun 2016. Atas kecurangan tersebut, Zuckerberg hanya bisa berharap jika Facebook melakukan pengecekan sendiri, alih-alih meminta pernyataan tertulis.

"Saat itu kami tidak terpikir untuk menindak lanjutinya. Namun mengetahui keadaan sekarang, kami benar-benar harus mengeceknya sendiri, dan kami tidak akan pernah mengulangi kesalah tersebut lagi", janji Zuckerberg.

Baca juga : Christopher Wylie, Mahasiswa Pengungkap Kebocoran Data Pengguna Facebook

Halaman:


Video Pilihan

Sumber recode.net
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Software
Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

e-Business
20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Software
Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

e-Business
Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Hardware
Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Software
TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

Software
iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

Hardware
Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Software
Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Gadget
Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Gadget
YouTube Luncurkan 'Most Replayed', Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

YouTube Luncurkan "Most Replayed", Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

Software
Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

e-Business
Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.