Zero 5 Sudah Lulus TKDN tapi Masih "Made in China", Infinix?

Kompas.com - 26/03/2018, 15:50 WIB
Smartphone Infinix Zero 5 resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone dengan kamera belakang ganda dan optical zoom ini tiba di Indonesia berselang 3 bulan dari peluncuran global Infinix di Dubai pada bulan November 2017 silam. Infinix IndonesiaSmartphone Infinix Zero 5 resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone dengan kamera belakang ganda dan optical zoom ini tiba di Indonesia berselang 3 bulan dari peluncuran global Infinix di Dubai pada bulan November 2017 silam.
|


KOMPAS.com - Inifinix Zero 5 yang resmi masuk Indonesia pada akhir Januari lalu diduga melanggar aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai syarat pemasaran ponsel 4G di Indonesia.

Infinix Zero 5 sejatinya sudah memiliki sertifikasi lolos TKDN tetapi produk yang dijual di pasaran Indonesia justru masih buatan China. Infinix bisa dianggap melakukan kecurangan dengan menjual produk rakitan luar negeri ke pasar Indonesia.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh pengamat gadget Herry SW. Lewat akun Twitter-nya, ia mengatakan bahwa unit Infinix Zero 5 yang dijual melalui Lazada seharusnya dirakit di Indonesia. Namun ia menemukan perangkat yang dijual masih berlabel "Made in China", terlihat pada kotak kemasannya.

"Ponsel itu lulus TKDN melalui jalur hardware. Jadi Zero 5 harus dirakit di Indonesia. Realitanya unit yang dijual via Lazada ada yang "made in China" dengan kartu garansi Indonesia," tulis Herry di handle @HerrySW, Sabtu (24/3/2018).

Dalam kicauannya ini Herry juga menyertakan sebuah foto bukti. Pada bagian atas foto tersebut tertera tulisan "Infinix X603" dan pada bagian bawah tercatat "Made in China". Perlu diketahui bahwa X603 adalah nama lain dari seri Infinix Zero 5.

Berdasarkan informasi dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ponsel dengan nomor model Infinix X603-LTE itu sebenarnya telah berhasil melewati standar TKDN yang ditentukan di Indonesia dengan mengantongi nilai sebesar 30,63 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah memenuhi standar TKDN, smartphone Infinix tersebut seharusnya melabeli diri sebagai buatan Indonesia, bukan "made in China", selain kewajiban menyertakan kartu garansi dalam bahasa Indonesia.

Ponsel 4G yang beredar di pasar Indonesia tetapi berlabel buatan China kemungkinan besar tidak memiliki sertifikasi TKDN atau barang black market alias ilegal. (Baca juga : Ini Dia, Smartphone yang Paling Banyak Diselundupkan ke Indonesia)

Untuk ponsel yang sudah memiliki sertifikasi TKDN tetapi masih berlabel "Made in China", bisa jadi pihak pabrikan tersebut "nakal" dengan menjual perangkat yang dirakit di luar negeri/China ke pasar Indonesia.

Baca juga : Kominfo Usut Dugaan Kecurangan TKDN Smartphone Infinix Zero 5

Tanggapan Infinix Indonesia

Menanggapi isu ini, pihak Infinix pun mengaku tengah melakukan investigasi terhadap insiden ini. Melalui pesan singkat kepada KompasTekno, pihak Infinix mengatakan akan segera berkoordinasi dengan distributor terkait untuk penyelidikan lebih mendalam. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.