Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/03/2018, 19:10 WIB


KOMPAS.com - Demi tujuan pencarian fakta, polisi boleh melakukan apa saja asalkan hal tersebut legal dan sesuai aturan. Seperti yang dilakukan kepolisian Amerika Serikat yang baru-baru ini diketahui menggunakan sidik jari mayat, untuk membuka kunci layar iPhone, demi kepentingan investigasi.

Metode investigasi ini ternyata sudah dilakukan oleh kepolisian AS sejak 2016 lalu. Hal ini dibenarkan adanya oleh salah satu ahli forensik FBI, Bob Moledor.

Dilansir KompasTekno dari Forbes, Senin (26/3/2018), Moledor menceritakan pertama kali metode ini digunakan pada jenazah terduga teroris yang ditembak mati kepolisian. Kasus ini terjadi pada 2016, namun pada saat itu metode ini gagal karena masalah waktu.

Perlu diketahui bahwa jika tidak digunakan dalam waktu lebih dari 48 jam, iPhone akan meminta kode akses (passcode) sebelum menggunakan sidik jari. Karena itulah tidak semua kasus serupa dapat diselesaikan oleh kepolisian dengan metode ini.

Baca juga: FBI Akhirnya Ungkap Bagaimana Meretas iPhone Teroris

Meski demikian, metode ini dianggap lumrah dan sah secara hukum. Dalam laporannya Forbes juga mengutip informasi dari sumber terdekat polisi federal dan ia mengatakan, metode ini sudah tidak asing lagi digunakan apalagi untuk kasus narkoba.

Senada dengan kepolisian, pengacara Marina Medvin mengatakan tindakan serta metode ini sudah sangat tepat dan layak dilakukan oleh aparat penegak hukum. Ia pun menilai hal ini sama sekali tidak melanggar privasi seseorang.

Menurutnya, ketika seseorang kehilangan nyawa, secara otomatis tidak ada lagi privasi yang melekat pada dirinya. Tidak ada lagi hal yang perlu dilindungi sehingga metode penggunaan sidik jari mayat ini sepenuhnya legal.

"Sekali saja setelah Anda membagikan informasi Anda dengan seseorang, maka Anda kehilangan kendali atas informasi tersebut. Anda tidak bisa memaksakan hak privasi saat ponsel teman Anda diinvestigasi dan polisi melihat ada pesan dari Anda untuk rekan Anda. Ini juga berlaku pada informasi pemiliknya," ujar Medvin.

Kendati demikian metode ini masih mendapat pro dan kontra dari beberapa pihak. Dalam beberapa penyelidikan hukum di Amerika Serikat, polisi memang memaksa pengguna iPhone memindai sidik jari mereka untuk membuka ponsel.

Aturan yang berlaku melarang polisi meminta passcode, namun belum ada regulasi pasti yang mengatur soal privasi berkenaan dengan sidik jari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Forbes
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.