Pelaku Kasus Infinix Zero 5 "Made in China" Bisa Dikenakan Sanksi Ini

Kompas.com - 27/03/2018, 12:56 WIB
Layar Infinix S2 Pro menggunakan panel IPS 5,2 inci dengan resolusi HD Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comLayar Infinix S2 Pro menggunakan panel IPS 5,2 inci dengan resolusi HD

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos dan Informatika atu (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mengusut kasus dugaan kecurangan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) smartphone Infinix Zero 5.

Perangkat 4G tersebut dinyatakan lolos TKDN dengan skema hardware pada Januari 2018. Akan tetapi, Infinix Zero 5 “made in China” dengan kartu garansi Indonesia malah ditemukan di situs jual beli online Lazada.

Kepala Seksi Data dan Informasi Perangkat Pos, Telekomunikasi, dan Informatika, Heru Yuni Prasetyo, mengatakan kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum. Rujukannya adalah Pasal 32 ayat (1) UU No. 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, bunyinya sebagai berikut.

“Perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukan dan atau digunakan di wilayah Republik Indonesia wajib memenuhi persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Persyaratan teknis yang dimaksud adalah sertifikat yang dikeluarkan Ditjen SDPPI. Adapun hukuman bagi pihak yang melanggar merujuk pada Pasal 52 UU RI No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Bunyinya sebagai berikut

“Barang siapa memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan dan atau mengunakan alat dan perangkat telekomunikasi di wilayah Negara RI yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebagai mana dimaksut dalam pasal 32 ayat 1 dipenjara paling lama 1 Tahun dan atau denda 100.000.000,- ( seratus juta rupiah)”.

Dua skenario pelanggaran

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heru Yuni Prasetyo memprediksi dua kemungkinan pelaku dan skenario pelanggaran pada kasus ini.

Pertama, distributor resmi bermain dua kaki dan melakukan kecurangan pemenuhan TKDN. Kedua, Infinix Zero 5 yang dijajakan di Lazada masuk dari importir ilegal yang tidak memenuhi syarat teknis dan tidak berwenang memasukkan barang ke Indonesia.

“Jadi belum tentu Infinix yang mengimpor, tetapi ada importir lain yang melakukannya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.