Kompas.com - 29/03/2018, 06:47 WIB


KOMPAS.com - Platform media sosial berbasis peta digital, Waze melakukan survei sepanjang 2017 lalu. Dari survei ini terlihat bulan-bulan tertentu di mana pengguna semakin aktif mencari jalur alternatif, lewat aplikasi ini.

Perlu diketahui bahwa pengguna Waze menurut Country Manager Waze Indonesia, Marlin Siahaan, cenderung menggunakan aplikasi untuk mencari jalur alternatif (jalan tikus) ke tempat tujuan, demi memangkas waktu. Mereka mencari tahu apakah ada hambatan di jalur yang akan mereka lewati atau tidak.

Berdasarkan survei yang dilakukan, ternyata pengguna Waze memiliki kecenderungan lebih aktif saat bulan Ramadan. Bahkan menurut Marlin, angka pengendara yang menggunakan Waze bahkan meningkat sampai 45 persen saat bulan Puasa.

"Selama Ramadan (bulan Puasa) angka pengendara dengan Waze naik sampai 45 persen. Jumlah kilometer yang ditempuh pun bertambah bahkan bisa mencapai dua kali lipat," ujar Marlin dalam acara perkenalan Waze for Brands di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018).

Baca juga: Membandingkan Google Maps dengan Waze, Mana Lebih Baik?

Ia memaparkan juga ada kecenderungan perubahan peak hour saat Ramadan. Biasanya jam-jam puncak kemacetan berada pada pukul 17.00 atau 5 sore. Namun saat Ramadan, puncak kemacetan terjadi pada pukul 16.00 atau jam 4 sore.

"Untuk Ramadan ini paling sibuk ada di jam 4 sore. Ada kecenderungan lebih cepat dari bulan-bulan biasanya," tambah Marlin.

Seperti kita ketahui, Waze adalah sebuah platform peta digital dengan beragam fitur di dalamnya. Melalui peta ini pengguna bisa melihat apakah ada hambatan di jalur yang akan kita lewati, misalnya kecelakaan lalu-lintas atau penyebab lainnya.

Selain itu, detail rute di Waze memang lebih real-time karena menggunakan konsep crowdsourcing, artinya, Waze mengandalkan informasi yang diberikan sesama pengguna Waze. Dengan kata lain, Waze merupakan aplikasi navigasi yang berbasis media sosial, yang mengizinkan para penggunanya berbagi informasi lalu-lintas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.