Go-Jek Segera Ekspansi ke Luar Indonesia?

Kompas.com - 29/03/2018, 08:40 WIB
Calon Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa saat menumpang Gojek usai melakukan pencabutan nomor peserta Pilkada Kalbar (13/2/2018) Foto : HendraCalon Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa saat menumpang Gojek usai melakukan pencabutan nomor peserta Pilkada Kalbar (13/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan ride-sharing dan pembayaran digital, Go-Jek, berencana ekspansi ke negara lain di wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan ke depan. Setidaknya begitu menurut e-mail internal perusahaan yang bocor ke Reuters.

Hingga pertengahan tahun ini, berdasarkan e-mail tersebut, Go-Jek bakal mengepakkan sayapnya ke tiga negara di Asia Tenggara. Jika benar, ini merupakan langkah besar setelah bertahun-tahun Go-Jek hanya beroperasi di Indonesia.

“Persiapan berjalan lancar dan dalam beberapa pekan ke depan, peluncuran negara pertama kami (di luar Indonesia) akan diumumkan. Ini akan diikuti tiga negara Asia Tenggara lain hingga pertengahan tahun 2018,” kata CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, dalam bocoran e-mail yang beredar.

Tak dijabarkan lebih detail, negara mana saja yang menjadi target ekspansi. Akan tetapi, eksekutif Go-Jek lainnya sebelumnya pernah mengumbar rencana untuk ekspansi ke Filipina tahun ini.

Baca juga: CEO Go-Jek Bicara soal IPO dan Masa Depan Go-Pay

Rencana ekspansi ini terendus berbarengan dengan kesepakatan Uber menjual bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab. Konsolidasi tersebut bisa jadi memberikan tekanan ke Go-Jek.

Dalam e-mail terbatas tersebut, Nadiem Makarim juga menyinggung perihal penggabungan Grab dan Uber di Asia Tenggara. Ia mengatakan kesepakatan dua kompetitor kuat tersebut justru menjadi kesempatan yang baik bagi Go-Jek.

“Makin sedikit pemain artinya makin mulus jalan untuk melanjutkan dan memperdalam dominasi pasar oleh Go-Jek,” begitu tulis Nadiem dalam e-mail, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Kamis (29/3/2018), dari Reuters.

Sejak layanannya dirilis pertama kali delapan tahun lalu, Go-Jek telah berkembang pesat dan merajai pasar Tanah Air. Layanan tersebut bisa dibilang mengubah kebiasaan hidup masyarakat modern.

Potensi bisnis Go-Jek pun dilirik investor lokal dan global. Baru-baru ini, Go-Jek mengumumkan suntikan dana dengan total 1,2 miliar dollar AS (Rp 16 triliun) yang dipimpin perusahaan asal China, Tencent.

Baca juga: Modal Triliunan Rupiah dari Astra dan Djarum Dipakai Apa oleh Go-Jek?

Beberapa nama yang turut dalam pendanaan itu adalah Alphabet Google, Meituan-Dianping, Temasek, Astra, dan Grup Djarum.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X