Kompas.com - 30/03/2018, 14:51 WIB
Bos Tesla, Elon Musk, sedang memperkenalkan SUV terbaru, Model X. noticiasautomotivas.com.Bos Tesla, Elon Musk, sedang memperkenalkan SUV terbaru, Model X.
|


KOMPAS.com - Perusahaan otomotif Tesla diprediksi tengah berada di ambang kebangkrutan. Bahkan usia industri mobil sport listrik besutan Elon Musk ini diramalkan hanya sekitar tiga hingga enam bulan ke depan.

Faktor yang menyebabkan Tesla berada di ujung tanduk ini ditengarai karena permintaan pasar terhadap produk-produknya yang terus menurun.

Contohnya adalah permintaan pasar untuk Model S dan Model X. Sehingga tidak pengeluaran perusahaan untuk riset dan pengembangan tidak diimbangi pendapatan yang mencukupi.

"Tidak diragukan lagi, Tesla berada di ambang kebangkrutan. Perusahaan tak akan bisa bertahan selama 12 bulan ke depan tanpa modal dari Wall Street Banks atau investor Swasta," ujar John Thompson, Chief investment Vilas Capital Management yang memprediksi usia Tesla ini.

John juga menyebutkan bahwa untuk bertahan hidup, Tesla membutuhkan modal dengan jumlah yang besar setidaknya untuk mempertahankan kondisi keuangan perusahaan sampai 18 bulan ke depan.

Besaran dana yang dibutuhkan Tesla diprediksi mencapai 8 miliar dollar AS. Dana ini bisa digunakan untuk belanja modal, menutup kerugian operasional, membayar utang yang jatuh tempo hingga kebutuhan modal kerja.

"Namun tampaknya karena penyelidikan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sebelumnya dan penyelidikan yang tengah dilakukan saat ini (yang mungkin sangat menakutkan belum diungkapkan oleh perusahaan), kemungkinan akan sulit bagi Tesla untuk mengakses pasar," lanjut John dilansir KompasTekno dari Bussiness Insider, Jumat (30/3/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian John Thompson membandingkan kondisi operasional bisnis Tesla dengan Ford. Pasalnya, Tesla yang memiliki nilai perusahaan dua kali lipat dibanding Ford tak mampu memproduksi mobil dengan jumlah yang lebih besar.

"Ford mampu memproduksi sebanyak 6 miliar mobil dan mendulang keuntungan 7,6 miliar dollar AS. Sementara, Tesla hanya sanggup memproduksi 100.000 mobil dan justru rugi 2 miliar dollar AS," ujar John.

Kondisi Tesla Motors memang tengah terseok-seok. Pada kuartal keempat 2017 lalu Tesla menelan kerugian hingga 675,4 juta dollar AS atau sekitar Rp 9 triliun.

Berdasarkan data TheGuardian, kerugian ini membengkak bahkan mencapai enam kali lipat dibanding periode yang sama pada 2016. Ketika itu Tesla harus merugi sebesar 121 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,6 triliun.

Baca juga : Enam Jam di Luar Angkasa Menuju Mars, Sampai Mana Mobil Tesla Elon Musk?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.