Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/03/2018, 15:50 WIB

KOMPAS.com - Facebook diterpa isu negatif bertubi-tubi, mulai dari pencurian data oleh Cambridge Analytica hingga pengoleksian rekam jejak panggilan dan SMS pengguna. Kali ini, memo internal yang ditulis oleh eksekutif Facebook menambah kekisruhan.

Memo itu ditulis pada 2016 oleh Andrew Bosworth, yakni salah satu eksekutif terlama di Facebook dan tangan kanan CEO Mark Zuckerberg. Tak jelas siapa yang mengumbar memo internal itu ke ruang publik.

Bertajuk “The Ugly”, memo internal perusahaan itu berisi kritikan terhadap ideologi Facebook. Raksasa jejaring sosial itu dinilai semata-mata ingin “connecting people” (menghubungkan orang), tetapi kurang memerhatikan keamanan pengguna.

(Baca juga : Eks Pegawai Tidak Kaget Data Pengguna Facebook Dicuri Konsultan Pilpres)

“Kita menghubungkan orang. Ini bisa jadi bagus jika mereka menjadikannya positif. Mungkin ada yang bertemu cinta mereka. Bahkan mungkin ada yang menyelamatkan nyawa seseorang dari percobaan bunuh diri,” begitu tulisan awal Bosworth.

“Jadi, kita menghubungkan lebih banyak orang. Ini bisa jadi buruk jika mereka membuatnya negatif. Bisa jadi mempertaruhkan hidup seseorang dengan mengakomodir perundungan. Bisa jadi ada yang meninggal karena serangan teroris dengan bantuan tools kita,” ia menjabarkan kemungkinan negatif dari Facebook.

“Dan kita masih saja menghubungkan orang. Kebenaran yang pahit adalah, kita sangat percaya dengan menghubungkan orang, sehingga apapun yang berhubungan dengan itu seakan menjadi baik,” Bosworth beropini.

Memo internal itu menjadi viral dan kembali membuat Facebook menuai cercaan. Masyarakat tak habis pikir bahwa orang dalam Facebook sendiri menilai praktik yang dilakukan layanan bernuansa biru itu sejatinya punya risiko negatif yang signifikan.

Baca juga : Bocoran Data Pengguna Facebook Dipakai Pilpres AS, Zuckerberg Umbar Janji

Andrew Bosworth pun angkat bicara melalui kicauan di akun Twitter personalnya @boztank. Ia mengaku sebenarnya tak setuju dengan memo yang ia buat dua tahun lalu itu, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Sabtu (31/3/2018), dari Recode.

Ia memiliki tujuan khusus saat menulis memo provokatif tersebut. Ia ingin memicu perdebatan internal, sehingga muncul masukan-masukan dan inovasi yang lebih baik.

Mark Zuckerberg juga turut menanggapi beredarnya memo internal tersebut. Menurut dia, Andrew Bosworth adalah pemimpin Facebook yang bertalenta dan kerap memicu kontroversi.

“Ini adalah salah satu yang paling tidak disetujui orang-orang di Facebook, termasuk saya. Kami tidak pernah menghalalkan segala cara (untuk menghubungkan orang),” kata Mark Zuckerberg.

“Kami percaya bahwa menghubungkan orang saja tak cukup. Kami juga harus bekerja untuk membuat orang-orang menjadi lebih dekat dalam kebersamaan,” ia menambahkan.

Baca juga : Zuckerberg: Penyembuhan Facebook Sangat Mahal dan Lama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Recode
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.