Singapura Duga Akuisisi Uber-Grab Langgar UU Persaingan Usaha, di Indonesia?

Kompas.com - 02/04/2018, 16:18 WIB
Grab baru saja mengumumkan akuisisi terhadap seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara. Kr-AsiaGrab baru saja mengumumkan akuisisi terhadap seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara.

KOMPAS.com - Grab resmi mencaplok bisnis Uber di Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Akuisisi ini semakin mempertegas dominasi Grab di kawasan rumpun padi.

Kendati begitu, kesepakatan Grab dan Uber ditengarai melanggar Undang-undang Persaingan Usaha di Singapura. Setidaknya begitu menurut analisa sementara Competition Commission of Singapore (CCS), sebagai lembaga yang berwenang.

“Kami sedang memeriksa kesepakatan itu. Ada alasan rasional kesepakatan itu melanggar pasal 54 UU Persaingan Usaha Singapura,” kata perwakilan lembaga.

Menanggapi hal ini, Kepala Grab Singapura, Lim Kell Jay mengatakan, pihaknya sudah memelajari dan menganalisis persoalan terkait legalitas huku, sebelum sepakat membeli Uber.

Baca juga: Go-Jek Tulis Surat Perpisahan untuk Uber

“Grab telah melakukan uji tuntas menyeluruh dan analisis hukum bersama penasihat kami, sebelum memasuki dan mengakhiri transaksi. Kami telah terlibat dengan CCS sebelum penandatanganan dan terus melakukannya,” kata Lim Keell Jay, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (2/4/2018), dari Ubergizmo.

Bagaimana di Indonesia dan Malaysia?

Di Indonesia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga mengamati transaksi antara Uber Asia Tenggara dan Grab. Transaksi ini dinilai akan mengubah peta persaingan transportasi online di Indonesia, namun perlu analisis lebih lanjut, sejauh mana transaksi tersebut berdampak pada pasar Indonesia.

Menurut ketentuan pada Pasal 29 Undang-undang No. 5 Tahun 1999 jo. Pasal 5 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010, Uber dan Grab juga harus melapor soal akuisisi ini ke KPPU paling lambat 30 hari pasca-akuisisi. Jika tidak, perusahaan yang bersangkutan bisa terkena denda Rp 1 miliar.

Bukan cuma Indonesia dan Singapura, Malaysia juga sedang menyelidiki transaksi antara Uber Asia Tenggara dan Grab. Komisi Angkutan Umum Darat Malaysia akan segera melakukan pertemuan dengan Komisi Persaingan Usaha Malaysia terkait hal ini.

Diketahui, Grab telah mengumber strateginya pasca-akuisisi Uber Asia Tenggara. Antara lain menutup aplikasi Uber dalam kurun dua minggu (hingga 8 April 2018), serta memindahkan semua penumpang dan pengemudi Uber ke platform Grab.

Baca juga: 9 April, Aplikasi Uber Tidak Bisa Dipakai Lagi di Indonesia

Beberapa pelanggan telah menyuarakan kekhawatiran mereka atas kesepakatan ini. Mereka takut Grab bakal lebih leluasa menaikkan tarif, sebab tak ada lagi kompetitor yang signifikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Ubergizmo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Software
Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Gadget
Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

Internet
Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Gadget
Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Software
Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Software
Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia 'Belum Panas'

Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia "Belum Panas"

Internet
Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Internet
Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Gadget
Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Internet
Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

e-Business
Jumlah Pendengar Podcast di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Jumlah Pendengar Podcast di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Internet
Internet Starlink Tersedia di 32 Negara, Indonesia Dijanjikan 2023

Internet Starlink Tersedia di 32 Negara, Indonesia Dijanjikan 2023

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.