Kompas.com - 04/04/2018, 10:28 WIB
Smartphone Infinix Zero 5 resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone dengan kamera belakang ganda dan optical zoom ini tiba di Indonesia berselang 3 bulan dari peluncuran global Infinix di Dubai pada bulan November 2017 silam. Infinix IndonesiaSmartphone Infinix Zero 5 resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone dengan kamera belakang ganda dan optical zoom ini tiba di Indonesia berselang 3 bulan dari peluncuran global Infinix di Dubai pada bulan November 2017 silam.

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah bertemu pihak Lazada untuk menanyakan soal Infinix Zero 5 “made in China” yang dijual toko online tersebut. Diduga, kasus ini adalah bentuk kecurangan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

TKDN adalah persentase komponen produksi lokal yang harus dipenuhi vendor asing untuk memasarkan perangkat 4G LTE di Indonesia. Patokan TKDN ponsel 4G di Indonesia adalah minimal 30 persen.

Infinix Zero 5 yang dirilis pada akhir Januari 2018 dinyatakan telah memenuhi TKDN sebesar 30,63 persen. Pemenuhannya lewat jalur hardware, di mana Infinix menunjuk dua pabrik sebagai mitra perakitan di Indonesia.

Lantas, kenapa bisa ada Infinix Zero 5 “made in China” dengan kartu garansi Indonesia di Lazada?

Baca juga: Zero 5 Sudah Lulus TKDN tapi Masih Made in China, Infinix?

Plt. Direktur Pengendalian Ditjen SDPPI Kominfo, Nurhaeda, mengatakan, PT Bejana Nusa Agung selaku distributor resmi Infinix memegang dua sertifikat untuk lini Zero 5, yakni tipe 3G dan 4G LTE.

“Lazada hanya ada kontrak pembelian yang tipe 3G (buatan China) dengan PT Bejana Nusa Agung,” kata Nurhaeda kepada KompasTekno, Selasa (3/4/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk perangkat ponsel 3G, aturan TKDN memang tidak berlaku. Vendor smartphone bisa sesuka hati mengimpor perangkat 3G dari luar, tanpa harus memenuhi aturan muatan lokal tersebut.

Namun, laporan Infinix Zero 5 “made in China” yang ramai di Twitter sejak beberapa pekan lalu sejatinya adalah tipe 4G LTE. Kasus ini pertama kali diungkap oleh pengamat teknologi, Herry SW, via akun Twitter personalnya @herrysw

“Yang ada stiker 3G-nya kardusnya beda. Saya iseng beli satu di Lazada dan itu 4G. Beberapa laporan yang masuk juga 4G,” kata Herry kepada KompasTekno.

"Unit yang mereka jual via flash sale di spek tertulis 4G. Barang yang datang made in China," Herry menambahkan.

Baca juga: Pelaku Kasus Infinix Zero 5 Made in China Bisa Dikenakan Sanksi Ini

Karena hanya memegang kontrak penjualan ponsel 3G dengan PT Bejana Nusa Agung, seharusnya Lazada tidak berhak menjual ponsel Infinix Zero 5 berkemampuan jaringan 4G.

KompasTekno berusaha menghubungi pihak Lazada untuk menanyakan hal ini, tetapi belum ada tanggapan.

Namun menurut Nurhaeda, Lazada sudah berkomitmen kepada SDPPI Kominfo, akan menyesuaikan produk yang dijual dengan deskripsi lapaknya.

“Lazada bersedia menyesuaikan produk telepon seluler yang dijual dengan deskripsi produk yang ditampilkan di website. Mereka akan mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia,” Nurhaeda menuturkan.

Ia menambahkan, Dirjen SDPPI Kominfo juga sudah bertemu PT Bejana Nusa Agung, dan saat ini tengah dilakukan pendalaman, dan belum mencapai hasil akhir.

Kalau pada akhirnya ditemukan penjualan Infinix Zero 5 versi 3G, yang firmware-nya bisa diupdate setelah pembelian, agar memiliki konektivitas 4G, Nurhaeda mengatakan tidak tertutup kemungkinan sertifikat 3G Infinix Zero 5 akan dicabut.

Praktik penjualan ponsel 3G yang bisa diupgrade menjadi 4G ini sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Xiaomi, dengan perangkat Redmi Note 3.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.