Kompas.com - 04/04/2018, 17:38 WIB
Pemandangan Bukit Merese, Lombok, pukul 18:26 WITA yang diambil menggunakan Samsung Galaxy S9, dengan aperture f/1,5, ISO 50 Wahyunanda Kusuma Pertiwi/Kompas.comPemandangan Bukit Merese, Lombok, pukul 18:26 WITA yang diambil menggunakan Samsung Galaxy S9, dengan aperture f/1,5, ISO 50

KOMPAS.com - Foto travelling atau liburan, banyak membanjiri media sosial, terutama bagi para milenial pengguna Instagram saat ini. Bidikan momen liburan pun dijadikan tolak ukur eksistensi, bahkan personal branding untuk beberapa pengguna Instagram.

Untuk merekam momen liburan, tak melulu menggunakan kamera digital kelas atas, kecanggihan kamera di perangkat mobile saat ini pun, layak untuk bersaing untuk menghasilkan konten menarik di Instagram.

Tapi, bagaimana memaksimalkan penggunaan kamera smartphone untuk menghasilkan foto travelling yang Instagrammable, alias sedap dipandang followers kita?

Traveller sekaligus fotografer, Putri Anindiya berbagi tips sederhana, yang seringkali luput saat menjepret momen liburan. Padahal, cara tersebut bisa dimaksimalkan untuk membuat foto liburan yang epik dan berkarakter.

1. Bersihkan lensa

Sebagian dari fotografer smartphone, abai untuk membersihkan lensa kamera.
Nyatanya, hal ini penting untuk mengurangi "cacat" pada hasil jepretan.

Baca juga: Jangan Malu Memotret Pakai Ponsel Saat Travelling, Ini Triknya!

Lensa pada smartphone bisa dibersihkan dengan kaos berbahan katun, yang sedang dikenakan. Namun, ada baiknya jika membersihkannya menggunakan kain fiber, yang biasa digunakan untuk membersihkan lensa kacamata.

2. Leading lines

Secara sederhana, leading lines merupakan pola, bisa berupa garis-garis yang mengarah ke suatu obyek. Misal, garis-garis bayangan dari tiang-tiang di siang hari, bekas jejak kaki di pasir, pola langit-langit rumah atau motif di lantai.

"Kadang orang gak peka soal garis-garis, padahal dengan adanya garis itu, bisa buat fotonya lebih berkarakter dan kuat ke arah obyeknya", jelas Puan, sapaan akrab Putri.

Ia menambahkan, untuk membuat foto leading lines, harus cukup peka melihat kondisi, demi menemukan hal-hal kecil namun berkarakter.

3. Pencahayaan yang baik

Pencahayaan menjadi syarat utama fotografi, karena pencahayaan yang baik dan cukup, otomatis akan menciptakan hasil jepretan yang baik pula. Namun, bagaimana jika cahaya yang masuk sedikit, seperti saat senja, malam hari, atau dalam ruangan indoor minim cahaya?

Jawabannya, ada di pengaturan aperture atau bukaan lensa. Untuk kondisi minim cahaya, mode manual sangat disaankan untuk pemakaian kamera smartphone dengan mengatur ke angka lebih kecil.

"Kalau soal pencahayaan yang bagus, Samsung Galaxy S9 udah punya konsep se-DSLR gitu, karena dia punya dual-aperture-nya itu. Kayak tadi misal matahari terik banget, di mode manual bisa diganti dari f/1,5 ke f/2,4, tergantung kondisi cahayanya", terang Puan.

Baca juga: 4 Tips Bikin Foto Selfie yang Mengundang Banyak Like

4.Perspektif yang berbeda

Puan sendiri mengaku jika dirinya sering menyalahi kodrat komposisi dalam fotografi.
Tapi, hal tersebut justru menjadi ciri khas sendiri bagi seorang Puan.

Misalnya, ketika banyak orang selalu mengandalkan golden lines, atau sejajar dengan pandangan mata (eyes-view), perspektif lain bisa diambil dengan cara mengambil sudut dari bawah sekalipun, bahkan membalik kamera smartphone untuk mendapat sudut yang unik.

Soal perspektif pengambilan gambar yang berbeda, Puan menganjurkan para fotografer travelling untuk lebih peka dengan kondisi, dan mengubah mind-set. Refrensi dari fotografer prosefsional lain pun perlu dipelajari untuk bisa membuat komposisi fotografi yang berbeda dari yang lain.

"Intinya biar lebih berkarakter fotonya", imbuhnya ketika menjadi pembicara dalam acara Media Workshop: Optimizing Galaxy S9 and S9 Plus for Epic Content, yang dihelat Samsung di Lombok, Selasa (3/3/2018).

5. Temukan frame alami

Untuk menghasilkan foto lebih natural, Puan menyarankan untuk memanfaatkan framing alami. Frame alami bisa menggunakan pohon, bangunan, orang, atau mencari celah-celah ornamen bangunan, yang mengarah langsung ke obyek.

Baca juga: Foto di Instagram Stories Bisa Bokeh?

6. Temukan momen sederhana yang artistik

Foto artistik memang perlu skill dan kepekaan yang tinggi. Hal-hal sederhana namun artistik, sebenarnya banyak ditemukan, bahkan di kehidupan sehari-hari, seperti misalnya penataan ruangan di dalam rumah.

Foto artistik pun bisa diambil dengan membidik bayangan, alih-alih obyek aslinya.

7. Foto jalanan atau human interest

Foto liburan tak melulu soal landmark atau foto selfie. Cerita lain tentang daerah tempat liburan pun, bisa diceritakan melalui potret human interest yang mudah ditemui ketika perjalanan.

Terkadang, momen tersebut seakan biasa di mata manusia dan tak berarti apa-apa.
Namun, akan menjadi cerita berbeda jika diabadikan dalam foto yang artistik, untuk membuat konten yang bagus.

8. Manfaatkan mode portrait

Pengaturan dual kamera sudah banyak ditemukan di smartphone kekinian.
Sehingga foto bokeh pun bukan lagi hal sulit. Untuk menghasilkan foto dengan efek bokeh yang Instagrammable, Puan menganjurkan untuk menemukan ciri khas dari obyek.

Baca juga: 9 Aplikasi Kamera Sekaligus Edit Foto di Android dan iOS

Misalnya, ekspresi wajah, atau sudut lain yang mengesankan si obyek. Puan menekankan pentingnya konsistensi dan jadi diri sendiri untuk membuat konten menarik din Instagram.

"Yang bikin konten bagus adalah do what you love aja, kalau suka selfie ya bikin selfie yang bagus, kalau suka dengan makanan yang bikin foto makanan yang bagus dengan dasar-dasar yang saya katakan tadi", pungkas Puan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.