Zuckerberg Akui Facebook Intip Setiap Pesan di Messenger

Kompas.com - 05/04/2018, 09:48 WIB
Facebook Messenger Android CentralFacebook Messenger

KOMPAS.com — Isu pelanggaran privasi yang dilakukan Facebook semakin menjadi-jadi. Bahkan, kali ini media sosial yang didirikan pada 2004 silam ini mengakui bahwa mereka memang memata-matai isi pesan para pengguna aplikasi Facebook Messenger.

Pesan yang dimaksud dalam hal ini termasuk link atau tautan dan foto/gambar yang dikirim lewat platform Messenger.

Pernyataan ini dilontarkan langsung oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dalam sebuah sesi wawancara kepada Bloomberg. Menurut Mark, tindakan ini dilakukan sebagai pencegahan agar platform pesan instan ini tidak disalahgunakan.

Dalam pernyataannya, Mark mengatakan bahwa Facebook memang memiliki aturan terkait konten yang disebarluaskan oleh pengguna. Aturan ini disebut sebagai "Community Standard" dan jika konten tersebut tak sesuai, Facebook berhak untuk menghapusnya.

"Dalam hal ini sistem, kami mendeteksi apa yang sedang terjadi. Kami bisa saja menghentikan pesan itu," ungkap Mark.

Baca juga: Terima SMS Reset Password Facebook? Awas Upaya Peretasan

Kemudian ia menceritakan, pada suatu ketika ia mendapat laporan adanya tindak penyalahgunaan platform Facebook Messenger ketika terjadi krisis kemanusiaan Rohingya. Menurutnya, ada banyak pengguna yang menyebarkan pesan provokatif melalui aplikasi Messenger dan perusahaan memantau pesan-pesan ini.

"Saya ingat ketika suatu pagi saya mendapat telepon dan mendeteksi ternyata ada pengguna yang mencoba menyebar pesan sensasional satu sama lain (terkait propaganda krisis Rohingya)," ungkap Mark sebagaimana dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Kamis (5/4/2018).

Pesan-pesan ini, kata Mark, sebagian besar adalah ajakan untuk saling berperang dan bersiaga angkat senjata. Baik itu dari kubu pro Rohingya maupun kubu yang kontra Rohingya, keduanya mengirim pesan serupa yang membuat kondisi semakin tak menentu.

Mark Zuckerberg di kantornya.Facebook.com/Mark Zuckerberg Mark Zuckerberg di kantornya.
Perlu diketahui, memang para aktivis HAM dunia menyalahkan Facebook sebagai platform yang digunakan untuk menyebar propaganda terkait krisis Rohingya.

Meski tindakan Facebook mematai-matai pesan pengguna Messenger ini dilatarbelakangi oleh niat baik, hal ini sangat bertentangan dengan hak asasi manusia terkait privasi pengguna.

Halaman:


Sumber Bloomberg
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X