Kominfo Cabut Izin Penjualan Infinix Zero 5 3G di Indonesia

Kompas.com - 05/04/2018, 16:55 WIB
Smartphone Infinix Zero 5 resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone dengan kamera belakang ganda dan optical zoom ini tiba di Indonesia berselang 3 bulan dari peluncuran global Infinix di Dubai pada bulan November 2017 silam. Infinix IndonesiaSmartphone Infinix Zero 5 resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone dengan kamera belakang ganda dan optical zoom ini tiba di Indonesia berselang 3 bulan dari peluncuran global Infinix di Dubai pada bulan November 2017 silam.


KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika memutuskan untuk membekukan sertifikasi smartphone Infinix Zero 5 3G. Sertifikat ini dibutuhkan untuk berjualan di Indonesia. Dengan pembekuan ini, maka Infinix Zero 5 3G dilarang dijual.

Putusan ini diberikan setelah adanya aduan yang mengindikasikan terjadinya tindak kecurangan dalam memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN). Infinix diduga menjual perangkat Infinix Zero 5 yang tidak sesuai sertifikat.

Surat pembekuan dari Kominfo ini ditujukan untuk ponsel tipe X603 alias Infinix Zero 5 dengan koneksi 3G. Ponsel ini sudah mengantongi sertifikat 3G dengan nomor 52139/SDPPI/2017, diberikan ke distributor PT Bejana Nusa Agung.

Adapun sertifikat untuk perangkat Infinix Zero 5 LTE (4G), dengan nomor 54666/SDPPI/2018, tidak dicabut oleh Kominfo. Berarti Infinix Zero 5 4G masih diperbolehkan dijual di Tanah Air.

Dikutip KompasTekno dari halaman resmi Kominfo, sertifikat izin yang terdaftar atas nama PT Bejanan Nusa Agung hanya mencakup ponsel dengan kemampuan jaringan 3G. Namun pada praktiknya, ponsel tersebut juga memiliki kemampuan teknologi LTE (4G), sehingga tidak sesuai dengan persayaratan teknis.

Baca juga: Pelaku Kasus Infinix Zero 5 Made in China Bisa Dikenakan Sanksi Ini

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku," tulis Kominfo melalui pernyataan resminya, Kamis (5/4/2018).

Untuk perangkat ponsel 3G, aturan TKDN memang tidak berlaku. Vendor smartphone bisa sesuka hati mengimpor perangkat 3G dari luar, tanpa harus memenuhi aturan muatan lokal tersebut.

Namun, laporan Infinix Zero 5 “made in China” yang ramai di Twitter sejak beberapa pekan lalu sejatinya adalah tipe 4G LTE. Kasus ini pertama kali diungkap oleh pengamat teknologi, Herry SW, via akun Twitter personalnya @herrysw

“Yang ada stiker 3G-nya kardusnya beda. Saya iseng beli satu di Lazada dan itu 4G. Beberapa laporan yang masuk juga 4G,” kata Herry kepada KompasTekno. "Unit yang mereka jual via flash sale di spek tertulis 4G. Barang yang datang made in China," Herry menambahkan.

TKDN sendiri adalah persentase komponen produksi lokal yang harus dipenuhi vendor asing untuk memasarkan perangkat 4G LTE di Indonesia. Patokan TKDN ponsel 4G di Indonesia adalah minimal 30 persen.

Infinix Zero 5 versi 4G yang dirilis pada akhir Januari 2018 dinyatakan telah memenuhi TKDN sebesar 30,63 persen. Pemenuhannya lewat jalur hardware, di mana Infinix menunjuk dua pabrik sebagai mitra perakitan di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X